Posts

Showing posts from May, 2020

Menikmati Indahnya Balon Udara

Image
Tulungagung, 31 Mei 2020 Menikmati Indahnya Balon Udara  Oleh : Barit Fatkur Rosadi Ahad, 31 Mei 2020 bertepatan hari raya ketupat. Pagi ini saya dan emak mendapat tugas momong anak-anak. Ibunya mengaji di rumah tetangga yang mempunyai niat orang kirim do'a/ slametan. Masjid dan Musholla di sekitar rumah sudah mengumandangkan sakral/ mahallul qiyam. Ini menjadi pertanda dimulainya perayaan kupatan. Berbagai macam caranya yang dapat dilakukan, diantaranya dengan disediakan kupat beserta sayurnya di piring atau dipisah dalam satu wadah tertentu seperti ember, dan sebagainya. Suasana hari mulai terang, sekitar mulai jam 06.00 WIB. Saya dan anak-anak keluar rumah untuk melihat balon udara. Menaikkan balon udara sebenarnya ada aturannya sendiri dengan melihat berbagai macam dampak negatifnya. Namun, di daerah tempat tinggal kami masih banyak terlihat balon udara di hara raya pertama dan kedelapan ini. Balon udara sebagian besar terbuat dari plastik. Ada yang b...

MAKNA DAN HIKMAH HALAL BI HALAL

Image
MAKNA DAN HIKMAH HALAL BI HALAL Oleh: Barit Fatkur Rosadi, S.Sos.I, M.Pd.I Makna Halal Bi Halal Kegiatan Halal Bi Halal di Bumi Nusantara sangat luar biasa. Dengan berbagai kemasan kegiatannya. Seperti pengajian, reuni, kemu kangen, dan lain sebagainya. Dari lingkup keluarga kecil, keluarga besar, teman-teman sekolah, masyarakat umum, dan seterusnya. Pengajian dalam rangka Halal Bi Halal terkadang dilaksanakan setelah bulan Syawal usai. Salah satu faktornya adalah menunggu jadwal penceramahnya, dan faktor-faktor yang lain. Makna  Halal Bi Halal  adalah saling bermaafan di hari lebaran atau hari raya ‘idul fithri. Lebih tepatnya Halal Bi Halal adalah kegiatan silaturahmi dimana diisi dengan saling maaf-memaafkan selama hari raya  ‘idul fithri . Saling memaafkan sesama anggota keluarga, tetangga, sanak saudara, dan seluruh umat manusia. Halal Bi Halal sudah menjadi tradisi di Indonesia. Walaupun kata Halal Bi Halal merupakan kata dari Bahasa Arab, na...

FILOSOFI KUPATAN DAN KUPAT

Image
FILOSOFI KUPATAN DAN KUPAT Oleh: Barit Fatkur Rosadi, S,Sos.I.,M.Pd.I Seje Deso Mowo Coro (Beda Desa Beda Cara). Penulis saat berada di Jogja di hari pertama lebaran 'idul fithri mungkin sudah biasa menjumpai masakan kupat, opor, soto, dan berbagai masakan spesian hari raya yang lain. Namun ketika berada di kampung halaman (Gombang dan sekitarnya) khususnya daerah Durenan. Maka, kupat sangat spesial. Karena kupat menjadi simbol hari raya bagi yang menjalankan puasa Syawal enam hari. Yaitu, lebih utamanya dilakukan pada tanggal dua sampai tujuh Syawal dengan berturut-turut. Sehingga pada hari kedelapannya dirayakanlah hari raya ketupat.  Sebagaimana informasi yang penulis peroleh dari MONENTUM.COM. Menurut KH. Abdul Fatah Muin yang merupakan keturunan dari Mbah Mesir, tradisi kupatan telah berjalan kurang lebih 200 tahun lalu. “Mbah Mesir memiliki kebiasaan bersilaturahmi atau sowan ke Adipati saat lebaran tiba. Dan kembali setelah lebaran ke tujuh.” Ditambahkan ...

Jalanan Sepi di Hari Raya ‘Idul Fitri 1441 H

Image
Jalanan Sepi di Hari Raya ‘Idul Fitri 1441 H              Suasana yang tidak biasa dari hari raya ‘idul fitri sebelum-sebelumnya. Hari pertama ‘idul fitri biasanya jalan-jalan dan gang-gang tidak pernah sepi dari orang-orang   yang sedang silaturrahmi atau di daerah kami disebut bakdan . Bakdan adalah kegiatan silaturrahmi dari satu rumah ke rumah yang dilakukan pada hari raya ‘idul fitri.             Sebelum malan takbir gang-gang di daerah kami masih buka seperti biasa. Akan tetapi pas malam takbir sekitar pukul 21.00 WIB ada kegiatan mendadak. Yaitu, menutup gang-gang yang hanya mesnyisakan cukup sepeda motor atau jalan kaki. Dengan tujuan untuk mengantisipasi orang-orang yang akan mengadakan kegiatan bakdan .             Kalau biasanya kami shalat ‘ied di balai desa Gombang-Pakel-Tulungagung. Namun pada tahun ini balai ...

Peluang Emas Puasa Syawwal di Masa Pandemi Covid-19

Image
Tulungagung, 22 Mei 2020 Oleh : Barit Fatkur Rosadi Peluang Emas Puasa Syawwal di Masa Pandemi Covid-19 Situasi dan kondisi tahun 1441 H ini memang berbeda. Pandemi tak kunjung usai, malah menjadi. Kita sebagai manusia dan Warga Negara Indonesia seharusnya taat pada negara. Agar corona segera diangkat Allah SWT dari bumi pertiwi. Do’a kita semua kegiatan dapat normal kembali. Kita dalam menyambut dan merayakan ‘idul fitri mempunyai banyak tradisi. Tradisi mudik, ziarah kubur, ujung dari rumah-ke rumah, dari tetangga satu ke tetangga, dari saudara satu ke saudara, hari raya ketupat, dan lain sebagainya. Namun semuanya itu akan tiada untuk tahun ini. Semua masih berjuang melawan wabah covid-19. Himbauan dari pemerintah hendaknya kita taati betul. Saat ini kita sudah berada di penghujung bulan suci Ramadhan. Kita sebagai orang yang beriman tentu merasa sedih akan ditinggalkan bulan yang penuh nikmat, maghfiroh, dan rahmat ini. Namun, bagi kita sebagai umat Mus...