Panggilan Menuju Jalan Keberhasilan
PANGGILAN MENUJU JALAN KEBERHASILAN
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk beramar ma'ruf nahi munkar (mengajak dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran). Secara sadar atau tidak sadar setiap kita dapat memberikan pengaruh terhadap orang lain. Pengaruh itu dapat berupa pengaruh dalam hal kebaikan dan bisa jadi pengaruh dalam hal keburukan. Kalau kita bergaul dengan orang yang baik-baik, insyaAllah kita akan ikut menjadi baik. Namun sebaliknya, apabila kita bergaul dengan orang-orang yang kurang baik, bisa jadi kita akan menjadi ikut-ikutan yang kurang baik.
Seorang guru ketika dipanggil kepala madrasah/ sekolah, maka ia akan segera bergegas menghadapanya. Seorang pegawai ketika dipanggil atasannya, maka ia juga akan bergegas menghadapnya. Ketika handphone kita berdering ada panggilan masuk atau chat masuk, bisa jadi kita langsung mengangkat panggilannya atau segera membalas chat-nya. Di sini penulis akan menyampaikan, kita sebagai umat Islam mempunyai panggilan lima kali dalam sehari-semalam. Panggilan itu berupa adzan, sebagai seruan untuk medirikan shalat menghadap Allah swt. Maka dengan sebisa mungkin kita melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Melalui panggilan adzan merupakan seruan untuk menuju kemenangan/ keberhasilan. Adzan yang dilantunkan dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan akan mampu mempengaruhi suasana hati kita. Bisa jadi ketika adzan yang dilantunkan dengan penuh penghayatan itu dapat mempengaruhi suasana hati dari kondisi apapun menjadi bersemangat. Menarik umat untuk segera hadir ke tempat sembahyang. Adzan merupakan panggilan keberhasilan bagi setiap orang beriman. Dan orang beriman akan mampu menangkap semangat yang disampaikan melalui adzan.
Kita sebagai orang yang beriman pasti akan percaya dengan makna-makna yang terkandung dalam lafadz-lafadz adzan. "Allahu Akbar Allahu Akbar" (Allah Maha Besar). Menunjukkan bahwa panggilan itu berasal dari Dia Sang Maha besar. Muadzin adalah orang yang mengumandangkan adzan. Allah tunjukkan kebesaran-Nya dengan menciptakan alam semesta beserta isinya. Keberhasilan kita dalam melakukan sesuatu adalah salah satu bagian ke-Maha Besaran Allah swt.
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah). Kita sebagai orang yang beriman meyakini bahwa Allah swt adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tandingan dan pembantu, tidak ada yang setara dan tidak ada yang menyerupai-Nya, dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya. Allah Maha sempurna dalam seluruh sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya.
Asyhadu Anna Muhammad Arrosulullah (Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah). Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah saw itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah swt dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah swt. Sebagai orang yang beriman kita meyakini bahwa Rasulullah saw adalah manusia istimewa. Beliau adalah Nabi penutup para Nabi, yang setelah beliau tidak ada Nabi lagi. Beliau adalah Rasulullah yang diutus menyempurnakan aklhak. Beliau adalah pembawa risalah untuk seluruh umat.
Hayya 'alas Shalah (Mari kita dirikan shalat). Setiap Muslim wajib untuk melaksanakan shalat. Kita sebagai hamba hendaknya senantiasa mengabdi kepada-Nya. Shalat wajib yang dilaksanakan lima kali dalam sehari semalam. Ada juga shalat sunnah-shalat sunnah yang bisa kita lakukan dalam waktu-waktu tertentu. Seruan untuk melaksanakan shalat wajib dan shalat sunnah bisa menjadikan diri kita lebih banyak ingat kepada Allah swt, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
Hayya 'Alal Falaah (Mari menuju kemenangan). Kalau boleh kita artikan kemenangan adalah keberhasilan. Kita makhluk biasa telah ditunjukkan oleh Sang Pencipta agar menuju kemenangan. Ketika Allah memanggil melalui adzan, kita telah diajak untuk menuju keberhasilan. Untuk mendapatkan kemenangan pasti melalui perjuangan. Perjuangan kita melawan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri. Namun perjuangan ini tidak mudah, terkadang ketika mendengar lantunan adzan dan tangan memegang handphone. Hendaknya kita segera persiapan shalat, namun kita tetap memegang handphone dengan asyiknya.
Ketika adzan shubuh ada tambahan bacaan Asshalaatu khoirum minan naun (Shalat lebih baik daripada tidur). Allah swt memberikan kepada kita agar jangan memperpanjang tidur. Pada saat waktu shubuh kita sudah diingatkan untuk melaksanakan ibadah. Kita diingatkan untuk langsung menghambakan dan memuji-Nya. Kita berusaha tidur di saat kita benar-benar ngantuk. Karena ketika kita tidur pada saat ngantuk berat, maka tidur kita akan terasa benar-benar nikmat.
Panggilan adzan lima kali dalam sehari sermalam. Sadar atau tidak sadar, sebenarnya kita telah diajarkan untuk menjadi orang yang sukses. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bagaimana kita cara mengelola waktu dengan baik dan benar. Panggilan adzan, apabila kita datang dan mengerjakan perintah-Nya, insyaAllah kita sudah tergolong orang yang berhasil. Keberhasilan itu bukan semata mendapat harta yang menumpuk, akan tertapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah meningkatnya cinta kepada Allah, dan Allah cita dengan kita. Karena dengan itu, keberhasilan akan kita gapai lebih mudah dan selalu mendapat ridlo-Nya.
Wallahu A'lam Bisshawab.
Asyhadu Anna Muhammad Arrosulullah (Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah). Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah saw itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah swt dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah swt. Sebagai orang yang beriman kita meyakini bahwa Rasulullah saw adalah manusia istimewa. Beliau adalah Nabi penutup para Nabi, yang setelah beliau tidak ada Nabi lagi. Beliau adalah Rasulullah yang diutus menyempurnakan aklhak. Beliau adalah pembawa risalah untuk seluruh umat.
Hayya 'alas Shalah (Mari kita dirikan shalat). Setiap Muslim wajib untuk melaksanakan shalat. Kita sebagai hamba hendaknya senantiasa mengabdi kepada-Nya. Shalat wajib yang dilaksanakan lima kali dalam sehari semalam. Ada juga shalat sunnah-shalat sunnah yang bisa kita lakukan dalam waktu-waktu tertentu. Seruan untuk melaksanakan shalat wajib dan shalat sunnah bisa menjadikan diri kita lebih banyak ingat kepada Allah swt, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
Hayya 'Alal Falaah (Mari menuju kemenangan). Kalau boleh kita artikan kemenangan adalah keberhasilan. Kita makhluk biasa telah ditunjukkan oleh Sang Pencipta agar menuju kemenangan. Ketika Allah memanggil melalui adzan, kita telah diajak untuk menuju keberhasilan. Untuk mendapatkan kemenangan pasti melalui perjuangan. Perjuangan kita melawan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri. Namun perjuangan ini tidak mudah, terkadang ketika mendengar lantunan adzan dan tangan memegang handphone. Hendaknya kita segera persiapan shalat, namun kita tetap memegang handphone dengan asyiknya.
Ketika adzan shubuh ada tambahan bacaan Asshalaatu khoirum minan naun (Shalat lebih baik daripada tidur). Allah swt memberikan kepada kita agar jangan memperpanjang tidur. Pada saat waktu shubuh kita sudah diingatkan untuk melaksanakan ibadah. Kita diingatkan untuk langsung menghambakan dan memuji-Nya. Kita berusaha tidur di saat kita benar-benar ngantuk. Karena ketika kita tidur pada saat ngantuk berat, maka tidur kita akan terasa benar-benar nikmat.
Panggilan adzan lima kali dalam sehari sermalam. Sadar atau tidak sadar, sebenarnya kita telah diajarkan untuk menjadi orang yang sukses. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bagaimana kita cara mengelola waktu dengan baik dan benar. Panggilan adzan, apabila kita datang dan mengerjakan perintah-Nya, insyaAllah kita sudah tergolong orang yang berhasil. Keberhasilan itu bukan semata mendapat harta yang menumpuk, akan tertapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah meningkatnya cinta kepada Allah, dan Allah cita dengan kita. Karena dengan itu, keberhasilan akan kita gapai lebih mudah dan selalu mendapat ridlo-Nya.
Wallahu A'lam Bisshawab.

Luar biasa... mengingatkan kita kalau biasanya kita lalai bin nggampane seruan Adzan... mtr swn Gus🙏🙏🙏
ReplyDelete