MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN


Oleh : Barit Fatkur Rosadi


Mungkin kebanyakan kita sekarang mempunyai kendaraan motor. Motor itu bisa beli sendiri atau dibelikan oleh orangtua atau orang lain. Motor menjadi salah satu kendaraan favorit. Motor memiliki banyak merk dan model. Konsumen tinggal memilih kendaraan yang diinginkannya. Sesuai dengan selera dan anggaran yang dimilikinya.

Di sebuah kota yang padat kendaraan. Motor menjadi alat transportasi penting untuk dikendarai. Mengejar waktu untuk segera sampai tempat kerja atau sampai ke tempat yang dituju. Lebih hemat dikantong daripada naik mobil. Naik motor memiliki banyak sensasi. Lebih bebas untuk menikmati pemandangan selama dalam perjalanan

KENANGAN

Saat masih berproses belajar ditingkat Madrasah Tsanawiyah saya menyukai sebuah motor. Menurut cerita dari ibu. Dulu, setiap ada motor yang saya sukai itu lewat, saya beritahukan kepada nenek. koyo kae lho mbah/ seperti itu lho mbah. Hal itu sering saya tunjukkan kepada nenek. Dengan tujuan, semoga nenek cepat membelikan motor yang seperti itu. Saya melihat motor itu mantesi, apalagi kalau velg-nya racing. Sekarang nenek telah tiada, lahal Faatihah.

Alhamdulillah, kalau tidak salah ingat, saat saya kelas III Tsanawiyah orangtua membeli motor itu. Motor yang saya maksud adalah Shogun R 110 tahun 2003. Motor itu bersama saya sampai sekarang. Banyak kenangan yang terukir bersamanya.

Pada tahun 2004, seusai sekolah di MTs N Bandung Tulungagung saya melanjutkan ke MAN 2 Tulungagung. Saya tinggal di Pondok Pesantren Darut Taqwa Beji. Saat itu saya jarang naik si biru. Kalau butuh baru saya memakai. Saat itu pernah saya bawa ke Pagerwojo, Sendang, Prigi, Munjungan, dan lain sebagainya.

Si biru sering dibawa silaturrahmi. Ke rumah teman-teman pondok ataupun ke rumah teman-teman Aliyah. Sebagai anak muda kadang-kadang juga mbonceng cewek. Ceweknya cantik-cantik, karena selera tinggi..hehehe. Apanya yang tinggi ya?

Di jaman kuliah juga demikian. Si biru sering diajak kemana-mana. Digunakan pergi ke kampus UIN SUKA, mengajar di SDI AL Azhar 31 Yogyakarta, SDI Salsabila, dan tempat-tempat private sekitar kota Yogyakarta. Selain itu juga diajak pergi ke masjid-masjid untuk ngaji atau ngisi kultum/pengajian. Pergi ke acara ma'iyahan, shalawatan, dan lain seterusnya.

Saat mudik dari Jogja ke Tulungagung si biru juga sering menemani. Melewati beberapa kota dengan jalan yang berkelok dan naik turun gunung. Pemandangan sepanjang jalan nan indah membuat badan tetap roso. Begitu tangguhnya dan setianya menemani hingga kini, lossh gak rewell. hehehe

Sekarang si biru digunakan ke tempat mengajar MI NU Nurul Ulum Sukoanyar Pakel Tulungagung. Digunakan santai untuk pergi ke sawah, momong anak-anak, dan lain-lain. Kira-kira sudah tujuh belas tahun bersamanya, semoga terus bermanfaat. Aamiiin...

PENGALAMAN

Beberapa pengalaman yang terngiang hingga saat ini diantaranya:

Pertama. Saat masih di Aliyah saya pernah ikut jelang fajar, yaitu kegiatan jalan dari sanggar pramuka Tulungagung sampai pantai sidem di malam pergantian tahun baru. Setelah acara, kakak kelas Aliyah dan pondok main ke rumah. Namanya Arif Mustakim, alamat rumahnya Kampak Trenggalek. Setelah mampir di rumah Gombang, kami melanjutkan ke Kampak Trenggalek. Alhamdulillah, saat berangkat kami selamat sampai tujuan. Di rumah Kampak kami istirahat beberapa saat. Setelah itu kami balik lagi ke rumah. Mas Takim yang nyetir, saya yang dibonceng. Di tengah perjalanan ada sebuah insiden yang luar biasa. Di timur Polsek Gandusari, Mas Takim tertidur saat nyetir motor. Karena teridur saat nyetir, kendaraan kami keluar dari jalan aspal dan kami pun terjatuh. Namun, kami juga tetap bersyukur. Kami masih dapat melanjutkan perjalanan, walaupun ada sedikit masalah pada si biru. 

Kedua. Hari itu Jum'at pagi ada tetangga yang meninggal. Saya akan ke pondok, dan kebetulan dititipi pesan untuk memberi tahu keluarga yang dekat dengan pondok. Saat itu saya berangkat dari rumah agak mruput. Saya ke arah Beji lewat campur darat. Sampai di jalan agak menikung di jembatan macan daerah tanggung ada orang yang naik motor mengambil lajur tengah. Saya dari belakang memacu kendaraan agak cepat. Setelah menikung saya ambil jalur tengah. Dalam benak saya, saya akan nyalip dari sebelah kanannya. Akan tetapi, begitu saya akan nyalip dari arah kanan, tiba-tiba orang tersebut langsung belok kanan. Akhirnya saya nabrak dan jatuh. Alhamdulillah, dengan izin Allah swt saya ditolong tetangga sekitar untuk dipinggirkan dan diberikan pertolongan pertama.

Sekian dulu dari saya, masih banyak cerita bersamanya. Baik cerita yang menyenangkan atau  cerita yang kurang menyenangkan. Ini hanya sekilas bersamanya. Masih banyak cerita yang belum bisa tertuangkan. Banyak kurangnya minta maaf yang sedalam-dalamnya.

Comments

  1. Ternyata sama p Barit... Saya juga pernah punya sibiru tahun 2003. Lama berpindah tangan..jadi kangen stlah mmbaca kisah panjngan.

    ReplyDelete
  2. Jan awet tenan.......ojo di dol....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM