INOVASI PENDIDIKAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Inovasi Pendidikan di tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Barit Fatkur Rosadi


    Tidak terasa sekitar tujuh bulan berjalan kita berada di dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dimana kita setiap hari disuguhkan dengan berita-berita pandemi covid-19. Pandemi covid-19 telah mengubah banyak hal, terutama perilaku dan pola hidup kita sehari-hari. Kita semua tahu, dalam masa seperti ini kita mengalami kesulitan dalam banyak hal. Namun, Allah swt telah memberikan kita akal untuk berfikir. Oleh karenanya, kita harus berusa dengan semaksimal mungkin untuk bertahan. Jika memungkinkan kita hendaknya membuat inovasi.

    Di tengah wabah covid-19 ini, banyak sektor yang terdampak. Dunia pendidikan sangat merasakan dampak covid-19 ini. Sehingga, mulai dari elemen paling bawah sampai elemen paling atas harus berfikir keras untuk mengambil kebijakan terkait tentang pendidikan. Inovasi tentu sangat kita butuhkan disaat situasi dan kondisi seperti ini. Seingat saya, sebelum terjadinya wabah covid-19 bapak menteri pendidikan telah menyampaikan idenya tentang merdeka belajar. Entah sengaja atau tidak sengaja, seakan-akan kebijakan yang diambil seperti berkesinambungan. Karena merdeka belajar, maka kebijakan terkait proses pembelajaran sebagian besar atau secara penuh dikembalikan kepada satuan pendidikan masing-masing.Di masa pandemi, dunia pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah penyebaran wabah corona. Mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi mengubah proses pembelajaran. Dulunya proses pembelajaran dilakukan tatap muka, namun dalam masa pandemi ini dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau kita juga sering mendengar pembelajaran dengan cara dalam jaringan (daring).

   Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini dilakukan dengan memperhatikan beberapa prinsip utama yaitu :

1. Mengedepankan keselamatan dan kesehatan lahir batin seluruh warga sekolah dalam pelaksanaanbelajar dari rumah

2. Belajar dari rumah memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebanipencapaian ketuntasan kurikulum

3.  Mengedepankan pola interaksi dan atau komunikasi yang positif antara pendidik dengan siswa dan orang tua

4.   Materi pada belajar dari rumah selain yang ada dalam kurikulum dapat berupa pendidikan kecakapanhidup tentang Covid-19, pendidikan karakter sesuai dengan jenjang pendidikan

5.  Aktivitas dan penugasan selama belajar dari rumah tidak menjadi beban baru sehingga dapat bervariasi antar sekolah, antar daerah dengan mempertimbangkan kesenjangan akses dalam pelaksanaan.

            Disinilah pentingnya orangtua, guru, dan murid bersinergi untuk mengoptimalkan pembelajaran melalui penggunaan teknologi. Sekolah atau Madrasah perlu terus membuka diri pada perubahan, guru jangan segan beradaptasi dengan kebaruan. Murid bisa belajar secara daring dengan pendampingan guru, sementara orangtua bisa membantu memonitor perkembangan belajar anak. Walau begitu, inovasi tidk selalu berjalan mulus alias ada saja kendalanya. Mulai dari murid, guru maupun orangtua yang gagap teknologi sampai dengan kesenjangan akses internet dan terbatasnya media belajar.

               Inovasi pembelajaran merupakan solusi yang perlu didesain dan dilaksanakan oleh guru dengan memaksimalkan media yang ada seperti media daring (online). Guru harus memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan lancar meskipun peserta didik berada dirumah. Guru dapat melakukan pembelajaran menggunakan metode E-Learning yaitu pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat komputer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Disini, guru dapat melakukan pembelajaran bersama dan diwaktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti Whatsapp (WA), telegram, aplikasi Zoom ataupun media sosial lainnya sebagai sarana pembelajaran. Banyak lagi inovasi lainnya yang bisa dilakukan oleh pendidik demi memastikan pembelajaran tetap berjalan dan siswa mendapatkan ilmu sesuai kurikulum yang telah disusun pemerintah.

        Selain guru, kepala sekolah juga harus berinovasi dalam menjalankan fungsi supervisi atau pembinaan kepada guru untuk memastikan bahwa kegiatan pembelajarn tetap dilaksanakan meskipun menggunakan metode jarak jauh (daring). Kepala Sekolah juga dapat memberikan solusi dan motivasi kepada guru, sehingga guru-guru yang belum siap memanfaatkan media daring dapat diberi solusi. Untuk mengatasinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan inovasi perbaikan sistem pembelajaran, yaitu kebijakan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan penayangan program Belajar dari Rumah yang disiarkan di TVRI bagi guru-murid dengan keterbatasan internet. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran yang tepat dalam masa pandemi Covid-19 ini adalah suatu pembelajaran yang melakukan kolaborasi, inovasi dan eksperimen.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM