MEREKA IBU-IBU TANGGUH
MEREKA IBU-IBU TANGGUH
Oleh : Barit Fatkur RosadiAhad, 18 Juli 2021. Sebagai salah satu momentum dalam bertani. Bertepatan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1442 H. Sudah kita ketahui bersama, bahwa pada tanggal 8 Dzulhijjah umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Yaitu puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa 'Arafah (9 Dzulhijjah).
Disela-sela adanya kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kita sebagai petani melaksanakan kegiatan sebagaimana biasa. Hari ini kita menanam padi bersama keluarga dan 8 ibu-ibu tangguh. Penulis menyebutnya tangguh. Karena sebelum hari H tanam, ketua regunya kirim pesan kalau mereka pada siyam/ puasa.
Padahal luas tanahnya lumayan, sekitar 250 ru/ 3.500 M2. Kami berangkat ke sawah setelah jama'ah shubuh. Saya membawa tangki dan adik membawa disel. Sekitar jam 5 pagi saya dan adik ipar sampai sawah dan langsung nyemprot kol. Tak selang beberapa lama, regu tanam juga sampai.
Sesampainya di sawah, tim tanam langsung menyiapkan benang dan ukuran. Alat ini digunakan untuk mengukur jarak tanam dan agar lurus. Sehingga tanaman padi akan nampak lebih lurus dan enak dipandang. Ibu-ibu ini dalam menanam padi sangat kompak, tidak terlalu banyak bicara, namun kerjanya pasti. Dengan pembuktian, luas tanah sekitar 3.500 M2 dapat terselesaikan 4 jam, jika lebih mungkin tidak banyak. Sedangkan untuk biaya tanam padinya juga terjangkau.
Penulis di sini ingin menekankan, bahwa dalam situasi dan kondisi PPKM serta dalam suasana berpuasa, mereka juga tetap berpuasa. Ibu-ibu seni dari awal tanam sampai selesai seakan tidak merasa lelah. Mereka tetap menampakkan wajah yang ceria. Semoga Allah swt selalu meridloi dan berkah selalu. Aamiiin.

Comments
Post a Comment