Pisah dan Sambut

Pergi dan Datang

Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Kepala madrasah merupakan salah satu amanah. Ada orang yang berharap jadi kepala madrasah, ada juga orang yang tidak berharap jabatan kepala madrasah, namun jabatan itu datang sendiri. Sebagai manusia biasa mungkin saja memiliki keinginan jabatan kepala madrasah. Sebenarnya sebagai ujung tombak tentu mempunyai tanggungjawab besar dan berat.

Sabtu, 5 Februari 2022 ada pisah dan kenal di lingkup Kelompok Kerja Madrasah Pakel, Bandung, Besuki (KKM PBB). Gerimis di pagi hari dan mendung yang terus menemani membuat suasana hari itu terasa lebih dingin. Kami bertiga (Pak Barit, Pak Rokhim, Pak Agus Sirojjudin) berangkat terlebih dahulu dengan menaiki mobil pak Rokhim. Kami berangkat dari halaman masjid Bandung antara jam 08.15 wib. 

Sekitar jam 08.45 wib rombongan kami sudah sampai di area pantai klatak Tulungagung. Sesampainya di sana, penulis dan pak Agus jalan-jalan ke tepi pantai sembari menunggu teman lain yang berada di belakang. Di tepi pantai kami bisa foto-foto terlebih dahulu. Tak berselang lama kemudian rombongan yang di belakang sudah sampai. Sudah berkumpul ada empat mobil dan lima belas orang.

Pada kesempatan ini, lima belas orang tersebuat adalah pak Barit, pak Erawan, pak Agus Rudi, pak Agus Sirojudin, Pak Rokhim, Pak Budi, Pak Malik, bu Firnandiana, bu Fitri, bu Ita, bu Khoir, bu Endang, bu Tri, bu Anik, bu Zulfa). Alhamdulillah hampir semua dapat hadir, kecuali dua orang yaitu pak Solekan dan pak Ali.

Setelah mobil terparkir semua, kami berjalan menuju tepi. Bersanatai dahulu ada yang foto-foto, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Di tepian pantai ada gazebo, tulisan pantai klatak, warung, aula terbuka. Akhirnya kami duduk bersama di sebuah gazebo. Diawali oleh ibu-ibu memotong-motong buah seperti pepaya, nanas, mentimun, belimbing, dan ada juga sambalnya. Ini namanya rujak buah.

Seusai rujak buahnya sudah siap disantap, kami nikmati dulu rujak buahnya. Jarang-jarang makan di tepi pantai dengan debyuran ombak pantai dan angin yang sepoi-sepoi. Tentu ini mengingatkan kita akan nikmat Allah swt. Terlihat pantai yang dihiasi perahu para nelayan dan gunung di sekitar yang banyak tanaman disana. Hal ini menambah keindahan suasana di pantai klatak Tulungagung.

Kita lanjutkan agenda selanjutnya yaitu sambutan-sambutan. Pak Agus memulai acara, pertama pembukaan. Kedua, sambutan dari pak Malik kamad MI Al Falah Ngebong yang lama. Ketiga, sambutan dari kamad MI Al Falah yang baru yaituy  bu Zulfa, dan Keempat sambutan dari ketua KKM PBB, terakhir penutup.

Acara pisah kenal telah kita laksanakan. Kita lanjutkan ke warung makan yang telah disiapkan panitia. Disini kita bersantai lagi sambil menikmati makanan dan minuman yang telah diasiapkan. Menunya makan ada ikan laut, sambal, lalapan, subahanallah mantap sekali. Bagi sahabat-sahabat yang akan ke pantai klatak Tulungagung bisa mampir ke warung-warung sekitar. InsyaAllah harganya juga terjangkau.

Agenda inti telah usai, makan-makan juga sudah, saatnya kami kembali. Kami tetap hati-hati dalam perjalanan. Dalam perjalanan pulang penulis melihat ada sekitar tiga mobil yang berhenti dan membuka cup nya. menurut penulis itu kemungkinan besar mogok atau macet. Alhamdulillah kami sampai di halaman Masjid Besar Bandung seklitar jam 13.00 wib, dan kami lanjutkan  sholat dhuhur. Alhamdulillah dalam kesempatan ini penulis berjama'ah dengan bapak ketua KKm PBB bapak Erawan Abdullah. Semoga rejekinya penulis sama dengan pak ketua KKM dan semoga juga bisa lebih banyak. Aaamiin.

Wallahu A'lam Bisshowab.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM