Berprestasi di Tengah Masa Pandemi Covid-19


Selasa, 19 Mei 2020

Berprestasi di Tengah Masa Pandemi Covid-19


Di awal bulan Mei 2020 kami mendapat info adanya lomba thafizh dan da’i dari LP Ma’arif  NU Tulungagung. Info itu sampaikan kepada murid-murid melalui grup watshap walimurid. Lomba di tengah masa pandemi Covid-19 ini merupakan salah satu bentuk inovasi. Lomba ini ada dua tahap dengan cara merekam video kemudian dikirim kepada panitia. Kami berharap ada sebagian murid yang mengikuti. Mengapa demikian?
Pertama. Lomba ini diadakan oleh lembaga yang menaungi lembaga kami. Yaitu, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Tulungagung. Ibarat LP Ma’arif sebagai induknya, kita lembaga yang berada dinaungannya sebagai anak-anaknya. Sehingga suksesnya acara adalah partisipasi dari lembaga-lembaga yang dinaunginya.
Kedua. Memberikan pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Kesempatan mungkin tidak datang dua kali. Oleh karenanya, melalui walikelasnya masing-masing kita berharap bisa memunculkan anak didiknya yang bersedia mengikuti lomba. Pengalaman tidak cukup di dapat di sekolah saja. Akan tetapi, bisa dicari di luar sekolah. Diantaranya adalah kesempatan lomba yang dilaksanakan LP Ma’arif NU Tulungagung ini. Pengalaman adalah guru terbaik. Maka, anak yang mau mencari pengalaman darimana saja, insyaAllah akan semakin lebih baik.
Ketiga. Menyambung tali silaturrahmi. Perlombaan ini semata-mata tidak hanya untuk meraih juara. Lebih dari itu untuk menjalin tali silaturrahmi, agar terbentuk suatu kekompakan dan kesolidan antara lembaga yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU.
Keempat. Mencari bibit-bibit yang unggul dalam bidangnya. Perlombaan sebagai media untuk menampilkan kemampuan anak. Dari sekian banyak lembaga tentunya memiliki anak-anak yang mempunyai potensi yang terpendam. Perlombaan mungkin saja bisa sebagai alat untuk menyalurkan bakat terpendamnya.
Kelima. Sebagai motivasi diri. Di tengah masa wabah pandemi covid-19 anak-anak cukup bosan dengan kegiatan belajar online dari rumah. Anak-anak butuh sesuatu untuk menyegarkan kembali pikirannya. Dengan membuat video untuk lomba menjadi salah satu jalan untuk memotivasi diri agar ada inovasi.
Dalam kesempatan perlombaan ini kami dari MI NU Nurul Ulum Sukoanyar mengikutkan dan mendaftarkan di dua cabang. Dua anak di cabang tahfizh dan dua anak di cabang da’i. Akan tetapi, ada satu anak yang ikut dua cabang. Kami rasa anak-anak menyambut kegiatan ini dengan gembira. Kami sebagai pendamping juga senang dengan semangat anak-anak. Kami juga ikut memantau perkembangan latihan mereka. Sampai batas akhir pendaftaran dan pengiriman video, yaitu hari Rabu 6 Mei 2020.
Di tahap pertama kami kirimkan video anak-anak kepada panitia. Hari sabtu, 9 Mei 2020 merupakan hari penilaian lomba. Penilaian lomba dapat dipantau melalu instagram LP Ma’arif NU Tulungagung dan grup watshap MI & SDI LP MAARIF NU TA. Saat menunggu hasil lomba tentunya muncul perasaan dag-dig-dug. Dan hasilnya, alhamdulillah pada tahap pertama ada satu satri kami yang masuk enam besar. Yaitu, ananda Ditania Hafis Azzahra dari cabang lomba da’i.
Di tahap pertama tema yang diambil yaitu  Ramadhan Gembira Meski Pandemi Corona Melanda.” Ada beberapa catatan utnuk peserta yang masuk ke tahap ke dua. Diantaranya : peserta memperbaiki kualitas video (pakaian dan tempat pengambilan video). Dengan durasi waktu tetap maksimal 3 menit. Sedangkan tema pidato yang kedua adalah “Menggapai Keberkahan Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19.” Rekaman video dikirim maksimal pada hari Rabu, tanggal 13 Mei 2020. Jadi, bagi peserta mempunyai kesempatan empat hari untuk kirim video tahap ke dua.
Pada tahap pertama santri kami diurutan keenam. Dari situ kami dan orangtua santri mengintensifkan komunikasi. Agar ananda Ditania dapat tampil maksimal dan menjadi yang terbaik. Dalam proses beberapa hari latihan, ada saya sendiri, Bu Guru Dian Arista, dan ibu Ditan. Kami berusaha memperbaiki masukan dari panitia. Sehingga, kami juga mempersiapkan tempat dan kostum yang lebih baik.
Pada tahap kedua dengan tema “Menggapai Keberkahan  Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19”. Dikirim pada hari Rabu, 13 Mei 2020. Dan ternyata keesokan harinya sudah penilaian dari panitia. Tidak disangka-sangka, alhamdulillah santri kami ada di urutan kedua cabang da’i.
Demikian tahap demi tahap telah dialalui. Pada hari Sabtru, 16 Mei 2020 saatnya pengambilan hadiah. Ada pesan yang disampaikan Bapak Ketua LP Ma’arif NU Tulungagung, yaitu Bapak H. Khozin, M.Pd.I. Pertama. Tetap berkreasi di masa pandemi. Kedua. Tingkatkan prestasi santri. Ketiga. Motivasi dari guru dan orangtua. Keempat. Kita kuatkan metode An-Nahdhiyah.

Tulungagung, 19 Mei 2020
Oleh : Barit Fatkur Rosadi




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM