Menikmati Indahnya Balon Udara
Tulungagung, 31 Mei 2020
Menikmati Indahnya Balon Udara
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Ahad, 31 Mei 2020 bertepatan hari raya ketupat. Pagi ini saya dan emak mendapat tugas momong anak-anak. Ibunya mengaji di rumah tetangga yang mempunyai niat orang kirim do'a/ slametan.
Masjid dan Musholla di sekitar rumah sudah mengumandangkan sakral/ mahallul qiyam. Ini menjadi pertanda dimulainya perayaan kupatan. Berbagai macam caranya yang dapat dilakukan, diantaranya dengan disediakan kupat beserta sayurnya di piring atau dipisah dalam satu wadah tertentu seperti ember, dan sebagainya.
Suasana hari mulai terang, sekitar mulai jam 06.00 WIB. Saya dan anak-anak keluar rumah untuk melihat balon udara. Menaikkan balon udara sebenarnya ada aturannya sendiri dengan melihat berbagai macam dampak negatifnya. Namun, di daerah tempat tinggal kami masih banyak terlihat balon udara di hara raya pertama dan kedelapan ini.
Balon udara sebagian besar terbuat dari plastik. Ada yang berbentuk lonjong, belah ketupat, lancip seperti roket. Balon udara adanya hanya di bulan Syawal saja, dalam rangka ikut memeriahkan hari raya 'idul fitri.
Sembari misah anak-anak dengan ibunya. Kami pergi ke rumah pak lek untuk memberikan sompil dan sayurnya. Saya, emak dan anak perempuan naik motor. Sedangkan anak laki-laki naik sepeda sendiri. Sesampainya di rumah pak lek, kami parkir dan berjalan menuju jalan di tengah sawah.
Di jalan tengah sawah inilah kami melihat balon udara. Disitu kami tidak sendirian, namun banyak orang yang melihat juga. Balon udara yang terbang dari berbagai penjuru tampak indah menghiasi langit. Meskipun pada pagi hari ini suasana mendung.
Lebih kurang dua jam kami memandangi langit yang berhias balon udara. Satu persatu balon udara dinaikkan, puluhan, dan mungkin saja ratusan ada berada di langit. Sehingga dapat menghiasai langit menjadi indah berwarna-warni. Mungkin saja tradisi ini akan selalu menancap pada otak anak-anak kita, akan selalu terekam. Menjadi salah satu kebahagiaan yang tidak terlupakan.
Semoga balon udara yang selalu menghiasi langit bumi nusantara, terus mengudara di hari raya 'idul fitri ini.

Anak2 selalu lengket sama ibunya ya pak, bapaknya juga... Hehehe
ReplyDeletelebih ke ibunya bu..
DeleteApa persamaannya balon udara dengan balon bupati...?
ReplyDeleteSama-sama......
Opo pak Met.. Penasaran saiya...
DeleteBalon nya bagus n kelihatan kaya permen
ReplyDeleteBih... Kok banyak men pka balonnya...
ReplyDeleteBalonku ada dua...balonmu...??
ReplyDeleteSemakin mengalir tulisannnya... Sae..lanjut.
Semakin mantab....
ReplyDeleteTerimakasih semuanya
ReplyDelete