Menulis Memunculkan Inspirasi
Menulis
Memunculkan Inspirasi
Oleh : Barit Fatkur
Rosadi, S.Sos.I.,M.Pd.I
(Kepala MI NU
Nurul Ulum Sukoanyar)
Cita-cita adalah suatu impian atau
harapan seseorang. Untuk menggapai suatu cita-cita kita harus mempunyai mimpi
terlebih dahulu. Kalau kita sudah bermimpi, maka mimpi itu kita coba
realisasikan. Boleh kita mempunyai banyak mimpi. Namun, kita mencoba
melaksanakannya satu persatu. Cita-cita itu kita gantungkan setinggi mungkin,
untuk memotivasi diri kita agar selalu mempunya spirit yang membara.
Cita-cita yang kita miliki menjadi
pendorong kita dalam setiap melangkahkan kaki, menggerakkan jiwa dan raga. Cita-cita
ibarat sebagai tujuan yang harus dapat kita raih. Untuk meraih cita-cita,
akhirnya kita mau berfikir dan mencari solusi agar tercapainya tujuan yang kita
inginkan. Tidak mungkin cita-cita dapat kita raih kalau kita hanya berdiam diri
saja. Jadi, cita-cita itu harus kita cari, bukan kita nanti. Cita-cita itu
harus kita kejar bukannya kita biarkan liar.
Bagi sebagian orang dunia menulis
terkadang membuat kita malas dan membosankan. Tapi, bagi sebagian orang lain,
dunia menulis itu menyenangkan. Bagi orang-orang yang sudah terbiasa menulis,
maka rasanya ingin menulis terus. Karena menulis menjadi sebuah hobi dan
kebiasaan. Setiap langkahnya akan menjadi inspirasi untuk menjadi bahan
tulisan.
Sudah lama sebenarnya saya ingin
mempunyai karya dalam bentuk tulisan yang bisa diterbitkan. Seperti skripsi
atau tesis saya kira dapat diterbitkan, tapi keduanya berhenti dalam
angan-angan. Waktu terus berjalan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke
depan. Siapa tahu yang dulunya berada dalam angan-angan dapat menjadi
kenyataan.
Diklat Subtantif
atau Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah Lembaga Pendidikan
Ma’arif NU Tulungagung di Gedung II STAI Diponegoro pada tanggal 2 sampai dengan
5 Maret 2020 menjadi awal saya belajar menulis lagi. Di dalam BIMTEK tersebut
banyak pemateri yang dihadirkan. Menurut saya mereka orang-orang yang sudah
banyak pengalaman. Ada satu materi yang menarik, yaitu tentang literasi
digital. Dibawakan oleh beliau yang terhormat Dr. Ngainun Naim, M.HI. semoga
beliau sehat selalu. Aamiiin.
Setelah materi literasi digital kami
satu kelas ditantang untuk membuat tulisan. Dengan judul yang bebas, kami
berusaha membuat dalam masa tenggang waktu tertentu. Namun kelihatannya, dengan
judul yang bebas itu tidak semua dari teman-teman membuat tulisan. Tapi tidak
mengapa, kami yang berusaha belajar terus melanjutkan tugas. Alhamdulillah,
kumpulan tulisan dari teman-teman akhirnya dapat diterbitkan atas izin Allah SWT
melalui Bapak Dr. Ngainun Naim, M.HI. dengan judul “Kepala Madrasah Menulis”.
Proses membuat tulisan itu memang
tidak mudah, tapi beliau selalu memberikan bimbingan dan semangat kepada kami
agar terus belajar menulis. Subhanallah, jalinan tali silaturrahmi dari
BIMTEK sampai sekarang terus nyambung, mungkinkah ini yang dinamakan sebagian
kecil dari sebuah berkah. Selain dari beliau, teman-teman yang ada digrup
watsap juga menjadi motivator untuk kita agar terus berkarya.
Melihat teman-teman terus berkarya,
saya juga berfikir untuk ikut berkarya. Karya itu baik ataupun kurang baik itu
tidak menjadi sebuah masalah, yang terpenting adalah ide kita tuangkan dalam
sebuah rangkaian tulisan. Sebagai orangtua, kita menyadari untuk membuat
tulisan kita harus meluangkan waktu. Kita menulis menunggu si kecil atau anak-anak
kita tidur, agar dalam kita menulis tidak ada yang mengganggu.
Sahabat menjadi
penyemangat dalam kita membuat dan menghasilkan tulisan. Mencari inspirasi
untuk kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan itu mebutuhkan waktu. Terkadang kita
tidak sadar berada di depan HP, komputer, atau laptop sudah berjam-jam demi
menghasilkan sebuah karya tulisan. Memang ini adalah sebuah proses yang harus
kita jalani kalau kita ingin menghasilkan karya yang nyata.
KESAN
Selama lebih kurang dua bulan
berjalan ini, kesan yang bisa kami tangkap adalah sebuah tantangan dan
kesenangan dalam dunia menulis. Kami merasa
tertantang dan senang. Tantangannya adalah disaat ada tema
tentang suatu tulisan yang dishare di grup atau ada teman-teman yang sudah
selesai menulis kemudian dishare di grup. Hal ini semacam menjadi sebuah cambuk
agar kita segera bergerak. Maka, kita berusaha mencari ide yang sekiranya cocok
dan menarik. Mencari ide yuang berbeda dengan kepunyaan orang lain. Mencari inspirasi
ini terkadang membutuhkan waktu yang terkadang cepat, terkadang agak lama,
terkadang juga lebih lama. Karena ide itu muncul sewaktu-waktu, kapanpun dan
dimanapun.
Senangnya adalah
manakala kita sudah dapat menyelesaikan tantangan itu. Bahkan lebih senangnya
lagi adalah kalau tulisan kita itu sudah dapat kita selesaikan dengan baik,
kemudian tulisan kita ada di dalam buku yang diterbitkan. Di sisi lain, kita
sudah berani menuangkan ide dalam tulisan ini adalah merupakan keberanian yang
luar biasa. Dapat merasa puas karena sudah dapat mengeluarkan isi pikiran kita
ke dalam tulisan. Melihat Bapak Ngainun
Naim saat mengisi acara BIMTEK di kelas. Beliau duduk sambil menulis di kelas sudah
menghasilkan beberapa paragraf. Ini dapat menjadi daya tarik. Muncul sebuah
pertanyaan, kok bisa? Menurut hemat saya, karena beliau terbiasa membaca dan
menulis. Maka secara spontan ide itu muncul kapanpun dan dimanapun beliau
berada.
PESAN
Jika kita ingin memiliki karya
tulis, maka kita harus berani memulai menulis. Jangan ragu-ragu mengeluarkan
isi dalam pikiran kita. Kita bebas
mengeluarkan kemampuan yang kita miliki. Semisal kita ahli dalam bidang
puisi, mari kita tulis topik tentang puisi. Misal kita ahli dalam bidang pendidikan,
mari kita tulis topik tentang pendidikan, dan seterusnya. Pada saat kita sudah
mulai mengetik ide dalam pikiran kita kita. Maka, biarkan jari-jari kita bergerak
dengan sendirinya. Sehingga, kalau dirasa tulisan kita sudah selesai, kita baca
ulang dari atas sampai bawah. Jika ada kurang lebihnya bisa kita perbaiki lagi.
Menulis merupakan
dari life skill. Menulis dapat menunjang aktivitas atau pekerjaan kita
sebagai tenaga pendidik. Membaca dan menulis dapat menambah wawasan dan dapat
membuka cakrawala dunia. Tidak mudah tertipu dengan adanya berita hoax. Dan yang
paling penting adalah jika kita menulis jangan memikirkan honor.
HARAPAN
Kami berharap ke depan dapat belajar menulis lebih
baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Dapat menulis secara istiqomah. Sehingga
dapat memberi sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain. Dan tidak lupa kepada
teman-teman atau para pembaca juga bisa menuangkan idenya dalam bentuk tulisan.
Sehingga ke depan semakin banyak orang menulis, menjadikan Bumi Nusantara
selalu terjaga. Karena melalui membaca dan menulis akan menambah pengetahuan
kita tentang Indonesia, dunia dan akhirat.
Jadi, dapat kita
ambil kesimpulan bahwa menulis itu harus kita mulai. Karena menulis dapat
mendatangkan kepuasan tersendiri. Menulis dapat mendatangkan inspirasi kepada
orang lain. Sehingga kita bisa memberikan manfaat melalui tulisan, yang suatu
saat dapat dibaca oleh orang lain.
Wallahu A’lam Bisshawab
Tulungagung, 9 Mei 2020


Menulis juga adalah cara kita mengungkapkan sesuatu dengan penuh kejujuran.
ReplyDeleteMenulis membahagiakan penulisnya, menjadi inspirasi pembacanya...
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMenulis adalah merangkai kata-kata menjadi kalimat di atas kertas dengan menggunakan pena (alat tulis). Seangkan kalau di media seperti ini mungkin bisa dikatakan mengetik. Demikian contoh sebuah tulisan tanggapan.
ReplyDelete