MI NU NuSa Terbang di Gemilang Open 2019 MTs N 4 Tulungagung
Perjalanan panjang mengawali langkah pasukan kami dalam berlatih Pramuka. Kami berusaha menjadikan anak didik kami menjadi anak-anak yang hebat dan mempunyai mental juara. Pramuka menjadi media dan kesempatan kami untuk menggembleng mereka. Memberikan pelajaran fisik dan mental untuk menjadi anak yang tangguh. Proses menjadikan anak yang kuat dan tangguh butuh waktu.
Kabar gembira datang dengan adanya kegiatan perlombaan. Kabar ini datang dari MTs N 4 Tulungagung. Madrasah tersebut akan mengadakan perlombaan Gemilang Open. Perlombaan kepramukaan yang meliputi: Cerdas Cermat, Simaphore, Orasi, Pionering, Lukis, Yel, Yel. (Seingat saya). Semua cabang perlombaan wajib diikuti. Oleh karenanya setiap kontingen harus mempersiapkan semuanya.
Semenjak ada surat pemberitahuan dari MTs N 4 Tulunggung, kami dan guru-guru berusaha mempersiapkan akan-anak. mengingat tenaga guru yang kami miliki dikira kurang tentang kepramukaan. Maka, saya meminta kakak kelas saya waktu di MTs N Bandung agar mencarikan pembina. Alhamdulillah, tidak berselang lama Madrasah kami dapat bantuan kakak-kakak pembina dari SMK N Bandung, diantaranya ada kak Kusnul dan teman-teman.
Proses panjang kami mulai dari mempersiapkan anak-anak, peralatan, bahkan harus meluangkan waktu demi latihan pramuka untu persiapan lomba. Waktu latihan kita menyesuaikan dengan pembina dari luar sekolah. Namun, tetkala pembina dari luar, kami dan kak Dian Arista dan guru-guru yang lain mengisi sesuai kemampuan kita.
Anak-anak latihan setelah selesainya pelajaran (jam 13.30-15.00). Waktu satu setengah jam terkadang tidak cukup untuk kami. Karena latihan pramuka ada teori dan ada praktek. Sehingga waktu yang kami jadwalkan kurang mencukupi. Padahal, di luar gedung madrasah walisantri sudah menanti putra-putrinya. Mereka harus sabar menunggu demi anak-anaknya. Proses ini panjang sampai hari pelaksanaan perlombaan.
Ahad, 24 Maret 2019 merupakan hari yang penuh kenangan. Pasukan kami berjuang mulai pagi hari. Perasaan Bpak-Ibu pendamping dan anak-anak sudah campur aduk. Pengalaman mengikuti lomba pertama kali menjadikan hati rasanya dg-dig-dug. Di awali dengan upacara pembukaan yang diikuti peserta dari beberapa sekolah se-Karisidenan Kediri. Suasana begitu meriah dengan kehadiran para pecinta pramuka.
Setelah upacara pembukaan dilaksanakan, masing-masing peserta mencari tempat lombanya masing-masing sesuai cabang yang diikuti. Kami antarkan anak-anak di tempat lombanya dan memastikan persiapannya. Waktunya lombanyapun bermcam-macam sesuai dengan cabang lombanya. Ada yang selesainya cepat dan ada pula yang selasainya lama. Selain cabang yel-yel semua dilaksanakan sebelum dhuhur. Sedangkan untuk yel-yel dilaksanakan setelah dhuhur. Yel-yel ini sangat seru, karena melibatkan tim dan harus kompak.
Waktu sudah sore dan perlombaan sudah selesai. Semua peserta menunggu penutupan dan hasil perlombaan. Tentu, hati kita semua terasa dag-dig-dug. Pada saat pengumuman, semua cabang diumumkan. Alhamdulillah, kami dari MI NU Nurul Ulum Sukoanyar dapat juara juga. Perasaan gembira yang kami peroleh karena mendapatkan juara seakan dapat mengobati rasa lelah kami.
Kami terasa lelah, karena sepanjang hari berada di arena perlombaan. Dalam perjalanan, kami mampir di sebuah warung, yaitu warung BIMA, utaranya perempatan Bandung. Bandung Tulungagung ya sobatt, bukan Bandung Jawa Barat. hehehe. Kami pesankan makanan dan minuman untuk anak-anak dan para pendamping. Subhanallah, makanan dan minumannya uenak lhoo serta murah. Ternyata, saat kmi masih berada di warung makan sudah terdengar adzan maghrib. akhirnya kami bergegas untuk melanjutkan perjalan ke madrasah kami MI NU Nurul Ulum Sukoanyar.
Saudaraku, kita sebagai guru hanya ingin melihat anak-anak didik kita sukses, melihat mereka bahagia tertawa lepas. Kami berharap mereka tidak hanya belajar di dalam kelas. Namun lebih dari itu, kami berharap mereka juga banyak belajar dari pengalaman dari setiap kegiatan. Kami hanya bisa menjadi sebuah perantara. Terima kasih semua guru, kakak-kakak pembina, anak-anakku, semoga kalian sukses selalu.
MI NU Nurul Ulum Sukoanyar
Senin, 5 Mei 2020



Comments
Post a Comment