Peluang Emas Puasa Syawwal di Masa Pandemi Covid-19

Tulungagung, 22 Mei 2020
Oleh : Barit Fatkur Rosadi



Peluang Emas Puasa Syawwal di Masa Pandemi Covid-19

Situasi dan kondisi tahun 1441 H ini memang berbeda. Pandemi tak kunjung usai, malah menjadi. Kita sebagai manusia dan Warga Negara Indonesia seharusnya taat pada negara. Agar corona segera diangkat Allah SWT dari bumi pertiwi. Do’a kita semua kegiatan dapat normal kembali.

Kita dalam menyambut dan merayakan ‘idul fitri mempunyai banyak tradisi. Tradisi mudik, ziarah kubur, ujung dari rumah-ke rumah, dari tetangga satu ke tetangga, dari saudara satu ke saudara, hari raya ketupat, dan lain sebagainya. Namun semuanya itu akan tiada untuk tahun ini. Semua masih berjuang melawan wabah covid-19. Himbauan dari pemerintah hendaknya kita taati betul.

Saat ini kita sudah berada di penghujung bulan suci Ramadhan. Kita sebagai orang yang beriman tentu merasa sedih akan ditinggalkan bulan yang penuh nikmat, maghfiroh, dan rahmat ini. Namun, bagi kita sebagai umat Muslim masih ada ibadah-ibadah lain setelah puasa pada bulan suci Ramadhan. Ibadah yang dimaksud di sini adalah puasa 6 hari pada bulan Syawwal.

Mungkin saja tahun ini menjadi kesempatan atau peluang kita untuk melaksanakan salah satu puasa sunnah, yaitu puasa enam hari pada bulan Syawwal. Mengapa demikian? Karena di Masa Pandemi Covid-19 ini tugas kita kerjakan dari rumah. Apalagi dari pihak pemerintah juga menghimbau kepada seluruh warga, agar tahun ini warga tidak mengadakan ujung atau silaturrahmi langsung kepada tetangga atau sanak saudara. Kebiasaan kita pada hari raya ‘idul fitri banyak makanan dan minuman yang disuguhkan. Mungkin itu salah satu penyebab kita agak berat melaksanakan puasa Syawwal.

Diantara Hadits-Hadits tentang disyariatkannya Puasa Enam Hari di Bulan Syawwal

Puasa Syawal memiliki keutamaan khusus, yaitu menyempurnakan ibadah puasa Ramadan sehingga senilai dengan puasa setahun penuh. sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW.
جعل اللهُ الحسنةَ بعشر أمثالِها ، فشهرٌ بعشرةِ أشهرٍ ، وصيامُ ستَّةِ أيامٍ بعد الفطرِ تمامُ السَّنةِ
Allah menjadikan satu kebaikan bernilai sepuluh kali lipatnya, maka puasa sebulan senilai dengan puasa sepuluh bulan. Ditambah puasa enam hari setelah Idul Fitri membuatnya sempurna satu tahun” (HR. Ibnu Majah no. 1402, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no.1402 dan Shahih At-Targhib no. 1007).
Imam An-Nawawi mengatakan:
وَإِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا فَرَمَضَانُ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَالسِّتَّةُ بِشَهْرَيْنِ
“Pahala puasa Syawal seperti puasa setahun penuh. Karena satu kebaikan senilai dengan sepuluh kebaikan. Puasa Ramadan sebulan senilai dengan sepuluh bulan, dan puasa 6 hari senilai dengan dua bulan (60 hari)” (Syarah Shahih Muslim, 8/56).
Dari Abu Ayyub Al-Anshori ra. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim no. 204)
Dari Tsauban ra budak Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barangsiapa yang berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa mengerjakan satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah. Lihat pula Al-Irwa’, 4/107).
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:

من صام رمضان وأتبعه بست من شوال فذلك صيام الدهر

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Abu ‘Awanah dalam Mustakhraj, no. 2180. Dinilai shahih oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid, 3/183).

Diantara buah dari puasa Syawwal adalah sebagai berikut:
  1. Puasa Syawwal menyempurnakan pahala puasa Ramadhan sehingga senilai dengan puasa setahun penuh.
  2. Puasa Syawwal dan puasa Sya’ban sebagaimana shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah salat, ia menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada pada ibadah yang wajib. Karena ibadah-ibadah wajib akan disempurnakan dengan ibadah-ibadah sunnah pada hari kiamat kelak. Kebanyakan orang, puasa Ramadhannya mengandung kekurangan dan cacat, maka membutuhkan amalan-amalan yang bisa menyempurnakannya.
  3. Terbiasa puasa selepas puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena ketika Allah SWT menerima amalan seorang hamba, Allah SWT akan memberikan ia taufik untuk melakukan amalan shalih selanjutnya. Sebagaimana perkataan sebagian salaf:
ثواب الحسنة الحسنة بعدها
“Balasan dari kebaikan adalah (diberi taufik untuk melakukan) kebaikan selanjutnya”. Maka barangsiapa yang melakukan suatu kebaikan, lalu diikuti dengan kebaikan lainnya, ini merupakan tanda amalan kebaikannya tersebut diterima oleh Allah. Sebagaimana barangsiapa yang melakukan suatu kebaikan, namun kemudian diikuti dengan keburukan lainnya, ini merupakan tanda amalan kebaikannya tersebut tidak diterima oleh Allah.
  1. Orang-orang yang berpuasa Ramadhan disempurnakan pahalanya di hari ‘idul Fitri dan diampuni dosa-dosanya. Maka hari ‘idul Fitri adalah hari pemberian ganjaran kebaikan. Sehingga puasa setelah hari ‘idul Fitri adalah bentuk syukur atas nikmat tersebut. Sedangkan tidak ada nikmat yang lebih besar selain pahala dari Allah SWT dan ampunan dari Allah SWT.  

Tata Cara Puasa Syawwal

Puasa enam hari di bulan Syawwal tidak ditentukan harus dikerjakan pada hari atau tanggal tertentu. Artinya, seseorang boleh melaksanakannya kapan saja selama masih berada di bulan Syawwal. Seseorang boleh mengerjakannya di awal, tengah, atau akhir bulan Syawwal. Demikian pula, seseorang boleh mengerjakannya selama enam hari berturut-turut atau terpisah. Akan tetapi, yang lebih utama adalah puasa enam hari ini dikerjakan secara berturut-turut (enam hari sekaligus) karena pada umumnya inilah yang lebih mudah untuk dikerjakan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berpuasa pada hari ke-2 bulan Syawwal dan dikerjakan berturut-turut sampai selesai.

Setelah Ramadhan meninggalkan kita, maka kita langsung dapat sedikit mengobatinya dengan puasa Syawwal. Inilah peluang emas yang kami maksud. Pada tahun-tahun lalu yang belum sempat puasa Syawwal, maka tahun ini kita dapat melaksanakan lebih maksimal. Ketika Allah SWT turunkan wabah pandemi corona ini, kita tentunya ingin lebih dekat kepada Allah SWT. Kita ambil hikmahnya, agar kita tergolong orang-orang yang bertaqwa.

Wallahu a’lam bis shawab.




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM