Secuil Hikmah Hidup Dari Pohon Pisang
Secuil Hikmah Hidup Dari Pohon Pisang
Kami hidup di lingkungan pedesaan,
masih cukup banyak lahan bisa dimanfaatkan apa saja. Menanam tanaman yang kita
inginkan bisa terwujud. Kita tinggal cari bibitnya, kita siapkan lahannya, lalu
siap kita tanam. Berada di desa banyak bahan yang bisa kita cari sendiri.
Di sekitar rumah kami banyak tanaman
yang tumbuh sendiri ataupun yang kami tanam. Ada pohon jambu, pohon dadabe,
pohon nangka, pohon sawo, pohon klengkeng, pohon pisang, dan lain sebagainya.
Pohon-pohon ini tumbuh subur menghiasi sekitar rumah. Sampai-sampai, karena
nbanyaknya tumbuhan di sekitar rumah, rumahnya kalau dilihat dari jalan
terhalang tumbuhan tersebut.
Pada kesempatan ini kami akan
mencoba belajar tentang pohon pisang. Sudah lama di sekitar rumah kami ada
pohon pisang. Ada beberapa jenis: ada pisang raja, pisang singapore/ kawak,
pisang morosebo, dan pisang kepok. Pohon-pohon pisang itu tumbuh dengan kurang
teratur. Baik jaraknya, jarang di siram, atau bahkan tidak pernah disiram.
Hanya mengandalkan turunnya air hujan. Artinya tumbuhan pisang ini kurang
dirawat oleh bapak/ ibu kami.
Sekitar bulan November 2019 ada
seorang pedagang pisang keliling mampir ke rumah. Melihat pisang-pisang yang
ada. Kalau ada yang sudah tua bisa jadi dibeli. Pedagangnya ini namanya mas
Agus, dia sering bercerita tentang dunia pisang. Bagaimana pisang yang memiliki
nilai jual lebih tinggi? Bagaimana cara menanam pisang?
Dengan cerita-cerita mas Agus, bapak
saya tertarik untuk menanam pisang ambon dan raja. Pada awal-awalnya bapak
dibimbing mas Agus, mulai cara menanamnya, bibitnya dibelikan, pupuknya
dibelikan, jarak tanamnya diarahkan. Mas Agus sampai beberapa waktu
menyempatkan melihat pertumbuhan tanaman pisang bapak. Namun, akhir-akhir ini
mas Agus tidak muncul lagi, entah kemana semoga selalu diberikan kesehatan.
Dampak COVID-19
memberikan banyak waktu kepada saya untuk berada di rumah. Melihat tanaman
pisang yang ada di sekitar rumah menarik hati saya untuk mencoba merawat lebih
baik. Saya berusaha membersihkan rumpu, sampah, di sekitar pohon pisang. Saya
mencoba lebih sering menyiraminya. Alhamdulillah, melihat pertumbuhannya yang
subur membuat hati senang, seakan ada kepuasaan tersendiri. Meskipun pohon
pisangnya belum berbuah.
Asal-Usul Pohon Pisang
Setelah
saya membaca di media sosial saya menemukan tulisan berikut. buah lonjong berwarna kuning yang sering kita konsumsi ini
pastinya tidak hanya enak, namun juga mengandung banyak manfaat. Tidak berhenti
disitu, pisang ternyata disebut dalam ayat suci Al-Qur’an yaitu di Surah
Al-Waqi’ah. Allah SWT menceritakan tentang para penghuni surga dan kenikmatan
yang dialami mereka dengan firman-Nya:
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
(27) فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ (28) وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ (29) وَظِلٍّ مَمْدُودٍ (30)
وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ (31
“Dan
golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada diantara pohon
bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan
naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah.” (QS. Al Waqi’ah Ayat:
27-31).
Ini
juga menjadi pendapat mayoritas ulama dari kalangan Shahabat dan Tabi’in yaitu
bahwa yang dimaksud adalah pisang. Ini juga disebutkan oleh para ahli Tafsir
seperti ath-Thabari, ar-Razi, al-Qurtubi, Ibnu Katsir dan asy-Syaukani
rahimahumullah.
Orang-orang Arab menyebutnya dengan “Banan” yang berarti
jari-jari, karena ia mirip dengan jari-jari kedua tangan. Ketika ia sampai ke
Eropa melalui jalur Spanyol, mereka (orang Eropa) menyebutnya dengan kata dalam
bahasa Arab yaitu “Banana” (pisang).
Manusia telah mengenal pisang semenjak ribuan tahun SM (sebelum
Masehi). Ada yang mengatakan bahwa ia pada asalnya berasal dari India. Menurut
sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara. Kemudian. oleh para penyebar agama
Islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
Selanjutnya, pisang mulai menyebar ke seluruh dunia, meliputi berbagai negara
di daerah tropis dan subtropis. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di
antaranya adalah: Brasilia, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador,
Thailand, Karibia, Columbia, Mexico, Venezuela, dan Hawai. Indonesia sendiri
merupakan negara penghasil pisang nomor empat di dunia. Alhasil, dapat
dikatakan bahwa pisang mengalami perjalanan dan sejarah panjang yang dimulai
dari hutan di Asia Tenggara hingga menjadi salah satu buah paling populer di
dunia yang dinikmati dari berbagai umur dan kalangan.
Para
ahli berpendapat bahwa buah ini merupakan yang pertama dibudidayakan oleh
manusia dan mendahului budidaya padi. Budidaya pisang diyakini pertama kali
dilakukan di dataran tinggi Papua Nugini.
Bukti
tertulis paling awal tentang keberadaan pisang ditemukan dalam tulisan-tulisan
Buddhis Pali dari abad ke-6 SM, yang menunjukkan bahwa buah tersebut telah
mencapai India saat itu. Pisang juga disebutkan dalam berbagai kitab-kitab kuno
Hindu, Cina, Islam, Yunani, dan Romawi. Awalnya, pisang berwarna merah dan
hijau. Pisang pada masa kini merupakan hasil mutasi yang dilakukan oleh Jean
Francois Poujot pada tahun 1836 di Jamaika.
Sebagian
Hikmah Dari Pohon Pisang
1.
Pohon
Pisang Selalu Bergerombol
Kita dapat memaknai bahwa pohon
pisang mempunyai kekuatan diri untuk selalu hidup merumpun dan berumpun. Ia
tidak pernah sebatang kara atau sendiri. Kenyataan ini diartikan sebagai
keteguhan hidup dalam persatuan dan konsistensi dalam kebersamaan. Bersatu di
dalam kebersamaan bukan berarti bersifat reaktif. Jika menghadapi suatu masalah,
baik itu bersifat pribadi atau melibatkan orang lain.
Kita hidup di dunia ini
memiliki keluarga. Satu sama lain di dalam keluarga harus saling menghormati,
saling memahami, dan saling melengkapi. Supaya di dalam keluarga itu tercipta
suasana yang harmonis. Jika ada kesulitan di dalam keluarga, maka dapat segera
diselesaikan dengan cepat dan tepat. Demikian pula kita hidup di tengah-tengah
masyarakat. Kita sering melaksanakan kegiatan yang sifatnya kebersamaan.
Dalam skala yang lebih luas
lagi, di negara Indonesia ini terdiri banyak macam, suku, agama, ras, dan
budaya. Kita harus menjaga NKRI bersama-sama. Seluruh penduduk Indonesia wajib
mengikutinya. Tumbuhan pisang yang bergerombol ini menunjukkan bahwa kita wajib
menjaga bangsa dan negara. Kebersamaan bisa jadi menjadi senjata paling ampuh untuk
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.
Pohon Pisang dipotong tetap dapat bersemi sampai berbuah
Pelajaran yang dapat kita petik
adalah pohon pisang yang dipotong itu tetap dapat bersemi dan tumbuh lagi
sampai berbuah. Di dalam kehidupan ini, perjalanan hidup seseorang tidak selalu
mulus. Kadangkala seseorang mengalami kesulitan ekonomi, gangguan kesehatan,
dan lain sebagainya. Akan tetapi, kita sebagai makhluk sempurna ciptaan Allah
swt harus tetap berusaha dan berdo’a menjalani kehidupan ini. Di saat senang
atau susah, kita harus tetap ingat Allah swt.
Tujuan pohon pisang tumbuh
adalah untuk menghasilkan buah yang manis yang dapat dinikmati manusia. Kita sebagai
manusia hendaknya berusaha keras agar dapat menghasilkan karya yang baik. Memberikan mafaat kepada
orang lain. Rasa yang manis akan selalu diharapkan orang lain. Karena rasa
manis banyak disukai oleh orang.
3.
Seluruh bagian pohon pisang bermanfaat
Mulai dari pohonnya, daunnya,
jantung buahnya (Bahasa Jawanya: ontong), buahnya, semua dapat
memberikan manfaat. Pohon pisang, dapat kita gunakan rakit, tempat
menancapkan wayang, dan lain-lain. Daun pisang, dapat kita gunakan untuk
bungkus lemper, arem-arem, nogosari, lemet, pincuk nasi pecel, buang payung
saat hujan (seperti jaman dulu), pakan ternak, dan seterusnya. Jantung
buahnya, dapat kita manfaatkan menjadi sayur (pecel ontong). Buah pisang,
kita dapat memanfaatkan menjadi kripik pisang, sale pisang, pisang coklat,
pisang goreng, pisang rebus, atau bisa kita makan langsung kalau sudah matang.
Kita sebagai manusia ciptaan
Allah swt hendaknya berusaha menjadi manusia yang dapat memberikan manfaat bagi
orang lain. Kita tidak harus menunggu waktu untuk berbuat kebaikan. Kapanpun dan
dimanapun kita berada, kita bisa berbuat baik sesuai dengan kemampuan. Dalam memberikan
manfaat kepada orang lain tidak harus berupa uang, akal, pikiran, dan tenagapun
bisa kita lakukan.
Demikian yang dapat saya sampaikan
pada kesempatan ini. Semoga kita dapat lebih bermanfaat bagi orang lain. Kita harus
ingat, bahwa Allah swt mengajari makhluk-Nya tidak hanya melalui ayat-ayat suci
Al-Qur’an secara teks. Namun, Allah swt juga memerintahkan kepada makhluk-Nya untuk
mempelajari ayat-ayat kauniyah-Nya. Yaitu, kita dapat mempelajari langsung
dengan alam atau kejadian-kejaidan yang ada.
Wallahu a’lam bisshowab
Tulungagung, 7 Mei 2020
Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Mantap. Pisang pun bisa jadi tulisan
ReplyDeleteBagus sekali, penjelasannya lengkap dari berbagai sudut pandang
ReplyDeleteterima kasih bapak..mohon bimbingannya terus
ReplyDelete