Arti Shalat

ARTI SHALAT

Kita dilahirkan dari keluarga Muslim. Sejak kecil kita sudah diajarkan tentang shalat. Kita belajar di TPQ, Madin, Mushalla, Masjid, Pondok Pesantren, dan tempat lainnya. Di sana kita menimba ilmu ke-Islaman. Diantara ilmu yang dipelajari yaitu tentang shalat. Shalat menjadi bagian rukun Islam yang kedua.    

Shalat menurut bahasa ialah berdo'a (memohon). Sedang menurut pengertian syara' sebagaimana kata imam Rafi'i, Shalat ialah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang dimulai dengan takbir dan ditutup dengan salam disertai beberapa syarat yang sudah ditentukan. (Terjemahan Fathul Qarib. Menara Kudus).

Arti Shalat menurut syara' ialah rangkaian kata dan perbuatan yang telah ditentukan, dimulai dengan membaca takbir dan diakhiri dengan salam. disebutkan demikian karena mencakup arti Shalat secara bahasa, yaitu "do'a". (Terjemahan Fat-Hul Mu'in. Sinar Baru Algensindo).


Shalat ialah berhadap diri kepada Allah SWT sebagai ibadah, dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan di dalam beberapa perkataan dan perbuatan, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah ditentukan syara'. (Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. PT. Karya Toha Putra Semarang).


Shalat adalah sarana untuk berkomunikasi mengagungkan Allah SWT sekaligus sebagai tanda bahwa kita benar-benar makrifat kepada Allah SWT. Mengakui bahwa kita hanya sebagai seorang hamba yang taat dan patuh kepada Allah SWT. 

Dari beberapa pengertian di atas secara sederhana dapat kita pahami, bahwa Shalat merupakan sebuah kegiatan ritual ibadah kepada Allah SWT berupa perkataan dan perbuatan yang kita mulai dengan takbiratul ihram dan kita akhiri dengan salam sebagai penghambaan kita kepada Allah SWT. Di dalam Shalat seorang hamba selalu berusaha untuk sungguh-sungguh. Dengan kesungguhannya diharapkan dapat menemukan ketenangan lahir dan bathin. 

Segala aktivitas yang kita lakukan dalam Shalat merupakan perwujudan akan kepatuhan dan ketertundukan kita terhadap Allah SWT. Meleburkan eksistensi diri kita ke dalam eksistensi ke-Tuhanan. Supaya seorang hamba benar-benar dapat menemukan arti kenikmatan di dalam Shalat. Seandainya kenikmatan itu kita peroleh, insyaAllah akan memberikan dampak dalam kehidupan kita. Baik dampak itu langsung terlihat di kehidupan dunia ataupun di kehidupan akhirat.

Sampai saat ini penulis merasa masih sangat jauh dari sempurna dalam hal ibadah Shalat. Sebagai hamba kita harus berusaha untuk lebih baik. Kita senantiasa berusaha belajar dan terus belajar. Belajar mendirikan Shalat secara istiqomah dan berjama'ah. Sempurna atau belumnya sempurnanya ibadah Shalat kita kepada Allah SWT kita pasrahkan semuanya kepada-Nya.

Wallahu A'lam Bisshawab.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM