DUIT LANANG DUIT WEDOK
DUIT LANANG DUIT WEDOK
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Suatu ketika kami dan guru-guru berkumpul di sekolah. Di ruangan kecil di depan kelas. Kebanyakan guru adalah perempuan. Minta maaf sebelumnya, kalau guru perempuan bertemu guru perempuan biasanya ngobrol terus-menerus tidak ada titik komanya. Bahkan tugas yang harus dikerjakan sampai dibiarkan karena keasyikan bercengkerama.
Namun di saat kita berkumpul itu juga, kita akan menemukan sesuatu yang baru. Semuanya tergantung kita mengarahkan perbincangan itu mau kemana. Pada kesempatan ini yang saya tangkap adalah istilah "duit lanang dan duit wedok". Mungkin kita sangat asing dengan istilah itu. Dan mungkin saja di kamus juga belum ada.
Entah darimana awal perbincangan dimulai. Sebab dalam ngobrol-ngobrol itu hanya mengalir saja. Bisa saja tema yang diperbincangkan selalu berubah. Mungkin istilah kita orang Jawa "obrolane ngalor lan ngidol." Namun tidak mengapa, karena kebersamaan itu akan memunculkan suasana keakraban yang harmonis. Kebersamaan itu dipupuk dengan kemesraan dan salingh keterbukaan.
Disini yang ingin saya sampaikan adalah tentang Duit lanang dan duit wedok. Duit lanang yang dimaksud disini adalah uang yang menjadi hak orang laki-laki. Sedangkan duit wedok adalah uang yang menjadi hak orang perempuan.
Duit lanang itu dipegang orang laki-laki untuk kebutuhannya. Kebutuhan orang laki-laki bermacam-macam. Biasanya untuk beli kopi, rokok, BBM, pulsa, dan lain sebagainya. "Maaf hanya sebagai contoh ya."
Sedangkan duit wedok untuk perempuan lebih banyak lagi kebutuhannya. Diantaranya yaitu kebutuhan mempercantik diri, kebutuhan dapur, kebutuhan keluarga, dan lain-lain. "Maaf hanya sebagai contoh ya."
Sebagai orang yang sudah berkeluarga memang hendaknya kita bisa mengatur keuangan keluarga secara lebih baik dan lebih sehat. Keuangan memang menjadi salah satu hal sensitif. Jika kita banyak uang belum tentu itu berarti cukup, pun untuk kita yang kurang uang, belum tentu itu kurang uuntuk kita.
Mengatur keuangan keluarga secara bermusyawarah itu memang sangat penting. Salah satu jalan menjadikan keluarga lebih harmonis. Istilah dalam agama keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah, walbarokah. Sedikitnya harta bisa jadi celaka, namun lebih celaka lagi kalau punya harta tidak digunakan yang tepat guna sesuai ajaran agama.
Demikian sedikit cerita dari depan kelas MI NU Nurul Ulum Sukoanyar Pakel Tulungagung.
Wallahu A'lam Bisshawab.

Membaca tulisan pak barit ini saya jadi teringat salah satu teman di madrasah saya jg membuat istilah duit lanang dan duit wedok. Duit lanang utk kebutuhan non harian, sedangkan duit wedok adalah kebutuhan harian seperti belanja dapur dan uang saku anak.
ReplyDeleteTernyata duit itu punya jenis kelamin ya
ReplyDelete