KUBAH

Tulungagung, 10 Juni 2020
KUBAH 
Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Pada hari selasa, 9 Juni 2020 saya dan keluarga serta beberapa pekerja bangunan Musholla Al-Munajat Gombang pergi ke pengrajin kubah. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 13.20 WIB. Kami berangkat naik mobil.

Kami berangkat membeli kubah karena akan segera dipasang. Kami panitia mempunyai saldo Rp 8.084.000. Kami memang belum tahu pasti tentang kubah. Baik itu dari harganya, bahannya, cara memasangnya, dan lain sebagainya.

Dalam perkiraan pak tukang, kubah yang dibutuhkan kira-kira berukuran diameter 1,5 meter. Ukuran ini disesuaikan dengan tempat yang telah disediakan. Kami kira ini ukuran yang cukup besar.

Sesampainya di lokasi produksi kubah. Kami turun dan disambut orang-orang yang disana. Di lokasi itu banyak pilihan kubah yang kita inginkan. Dalam perencanaan kubah yang kami cari dari bahan stainless. Pendapat kami, bahan ini awet dan cocok.

Dalam benak kami, harga kubah ini tidak terlalu mahal. Kami kira dengan harga 2 sampai 3 jutaan sudah dapat yang kami inginkan. Namun ternyata, harganya Rp 7.500.000. Akhirnya, saldo kami tinggal Rp. 584.000. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan solusi terbaik untuk melanjutkan perjuangan membangun Musholla.


Makna Kubah
Kubah adalah simbol yang menunjukkan icon masjid keberislaman secara terbuka, tenang, sopan, toleran, memiliki keyakinan besar sebagai Muslim dan selalu optimis.

Kubah merupakan elemen yang dapat menghadirkan ruang positif yang besar pada suatu bangunan. Ruang positif yang dihadirkan kubah pada bangunan masjid membuat orang yang berada di dalamnya akan merasa leluasa. Selain menghadirkan kesan megah, keberadaan kubah juga dapat membuat orang yang beribadah di masjid merasa kecil di hadapan kebesaran Tuhan yang menciptakannya.

Filosofi dan makna yang tersembunyi dalam kemegahan dan keindahan kubah menjadikan umat Muslim untuk dapat bersyukur dalam berhubungan. Baik secara vertikal (hubungan dengan Allah swt) dan secara horizontal (hubungan antar sesama manusia).

Wallahu A'lam Bisshawab.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM