Melestarikan Gotong Royong


Tulungagung, 08 Juni 2020

Melestarikan Gotong Royong


Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Segala Puji Bagi Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Sebagai hamba yang berlumur dosa akan senantiasa haus dan lapar untuk memohon Ampunan-Nya. Ampunan dari Sang Maha Pengampun, yaitu Allah SWT. Kita sedikit demi sedikit mencari bekal akhirat. Bagaimanapun cara yang kita tempuh, itu terserah kita yang memilih dan yang menjalaninya.

Dari sudut pandang penulis. Gotong royong merupakan bagian dari nilai-nilai pancasila. Gotong royong menjadi salah satu ciri budaya masyarakat Indonesia. Sejak nenek moyang sampai kini rasa gotong royong tetap lestari. Gotong royong mencerminkan salah satu kearifan lokal yang harus dijaga selamanya.

Generasi negeri ini hendaknya senantiasa di didik untuk memahami akan arti sebuah gotong royong. Gotong royong yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, saling menghargai, saling menghormati, solidaritas, toleransi, dan rukun. Lebih daripada itu, dapat menumbuhkan rasa keikhlasan.

Banyak hal yang dapat kita ambil contoh tentang gotong royong. Salah satu contoh di lingkungan kami, gotong royong membangun Musholla atau tempat ibadah. Semangat masyarakat untuk membangun nilai-nilai gotong royong sangat luar biasa. Di saat kita berkumpul, kita bisa bercengkrama, makan dan minum bersama, bercerita bebas, tertawa lepas, dan lain sebagainya. Sehingga dengan adanya kegiatan gotong royong, masyarakat akan terbentuk rasa kasih sayang, semakin akrab dan kompak.

Gotong royong dari sudut pandang agama Islam. Sebagaimana potongan ayat dalam surat al-Maidah ayat 2. Yang artinya: ".... dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran., dn bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan akan pentingnya gotong royong untuk membangun kekuatan kaum muslimin dan menegakkan kemuliaan agama Islam pada suatu daerah. Sebab Islam merupakan ajaran penuh dengan kebaikan. Senantiasa mengajarkan berpikir positif dan berusaha untuk bersikap baik terhadap yang lain. Sehingga, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

"Barang siapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan diantara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim).

Dengan demikian, kita sebagai manusia biasa yang membutuhkan manusia lain. Kita perlu menjaga sikap kita terhadap sesama. Kita niat hanya karena Allah semata. Dengan lantaran niatan yang tepat akan membawa keselamatan kita di dunia dan akhirat. Aamiiin.

Wallahu A'lam Bisshawab.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM