PERISTIWA LUCU KHUTBAH 'IDUL FITRI 1441 H

Tulungagung, 2 Juni 2020

PERISTIWA LUCU KHUTBAH 'IDUL FITRI 1441 H

Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Hari raya 'idul fitri (1 Syawwal 1441 H) tahun ini jatuh pad hari ahad, 24 Mei 2020 M. Tempat yang biasa saya gunakan untuk melaksanakan shalat 'idul fitri tahun ini tidak mendirikan. Yaitu di Balaidesa Gombang. Karena masih dalam situasi masa pandemi covid-19. Oleh karenanya, saya pergi ke tempat lain, yaitu Masjid terdekat.

Saya pergi kergi ke Masjid sekitar jam 05.45 WIB. Saya pergi ke Masjid sendirian, istri dan anak-anak berada di rumah. Saya berangkat lewat jalan belakang rumah sambil jalan kaki santai.

Sampai di depan Masjid, saya melihat banyak jama'ah yang berada di luar masjid sambil menunggu bilal memberi tanda akan di mulainya shalat 'idul fitri. Ternyata, sebelum saya menginjakkan kaki ke Masjid sudah terdengar tanda akan dimulainya shalat ;'idul fitri. Para jama'ah yang masih berada di luar berhamburan masuk Masjid. Para jama'ah mencari tempat sendiri-sendiri yang masih longgar.

Saat masuk ke Masjid, saya melihat jam masih menunjukkan pukul 06.00 WIB (seandainya ada lebihnya hanya sedikit). Setelah tanda akan didirikan shalat 'idul fitri itu, imam shalatnya langsung takbir saja, tidak menunggu dan merapikan jama'ah. Sehingga, di dalam Masjid itu barisannya kurang rapi, ada ketinggalan takbirnya, dan lain sebagainya.

Beberapa peristiwa lucu yang terjadi yaitu:
Pertama. Setelah shalat 'idul fitri selesai, maka bilal berdiri persiapan ambil tongkat untuk memberi tanda khotib segera berdiri untuk menyampaikan khutbahnya. Kejadian lucunya saat bilal memberikan tongkat kepada khotib. Apa yang terjadi? yaitu tongkatnya terpisah/ patah menjadi dua. hehehe. Mungkin tongkatnya sambungan kali ya.

Kedua. Khotib pada saat itu usianya memang sudah tua. Beliau menyampaikan khutbah dengan membaca. Nah, disela-sela membaca khutbah itu si khotib berhenti. Mengapa berhenti? Apa coba kira-kira jawabannya? Si khotib mencari-cari terusan materi apa yang telah disampaikannya. Hadieuwww. Seharusnya materi khutbah yang dapat disampaikan dengan khusyuk dan enak dinikmati, menjadi kurang enak dinikmati dan ketawa dalam hati. hehehe

Ketiga. Tidak hanya dua peristiwa di atas, masih ada satu lagi. Pada saat si khotib membacakan do'a. Tiba-tiba beliau berhenti, akan tetapi para jama'ah tetap bilang amiin, amiin, amiin, terusss. Apa yang terjadi? hehehe, ternyata si khotib mencari terusan do'anya. 

Beberapa peristiwa di atas menjadi pelajaran penting bagi kita. Khusunya yang akan menjadi khotib, maka perlu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Agar dalam menyampaikan khutbahnya berjalan lancar dan enak dinikmati para jama'ah. Sehingga, tidak ada materi yang kesingsal atau bahkan sampai hilang.

Comments

  1. Mungkin juga grogi ya . Karena sholat di tengah pengawasan
    Jangan jangan di berhentikan sama aparat

    ReplyDelete
  2. Semua bisa jadi ide bahan tulisan

    ReplyDelete
  3. Khotibe grogi sama panjenengan pak...
    Lhaa.... Coronanya kok ikut jamaah disini... (gumam khotib)

    ReplyDelete
  4. Jadi bisa tersenyum, senyum itu sehat

    ReplyDelete
  5. Kira² ada sandal yang tertukar gak niku p baridd

    ReplyDelete
  6. Saya menduga semua ini terjadi karena hadirnya jamaah baru...

    Tahun depan jamaah baru kami mohon dg sangat berkenan jd khotibnya.

    ReplyDelete
  7. hehehe..kalau sdandal ketukar sudah jarang pak..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM