Asyiknya Ngopi dan Ngaji Bareng

Asyiknya Ngopi dan Ngaji Bareng
Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Ngobar Ngabar (Ngopi Bareng Ngaji Bareng), Selasa, 28 Juli 2020. Sebuah majelis rutinan tempat mengaji dan bersilaturrahmi. Dilaksanakan rutin selasa kliwon malam rabu legi. Namun pada masa pandemi covid-19 sempat berhenti. Malam itu sebagai malam pembukaan pada masa pandemi covid-19. Bertempat di Mushalla MI NU Nurul Ulum Sukoanyar, Pakel, Tulungagung. Dihadiri banyak kyai dan jama'ah. Rutinan ini bergilir dari satu tempat ke tempat yang lain.  

Namanya saja ada ngopinya, tentu kopinya tidak lupa ya. Menurut hemat kami, ini adalah salah satu tradisi yang harus tetap ada dan dijaga. Mengaji dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Dengan durasi waktu 2 jam, antara jam 20.00-22.00 wib. Ada yang menjadi pembawa acaranya, ada pematerinya (matan dan syarah). Susunan acaranya juga sederhana. Dimulai pembukaan dengan tawasul, pembacaan matan kemudian disyarah, setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab, dan akhiri dengan do'a. 

Setelah do'a selesai masih ada lagi, yaitu acara makan-makan. Ada istilah dari orang Jawa "kumpul ora kumpul seng penting mangan". Guyonane, kalau sahabat-sahabat pengen makan, minum, dan ngrokokan gratis, ayo hadir di majelis ngopi bareng, ngaji bareng. Namanya ngaji bareng, tentu dari awal kita sudah niat Bismillah karena Allah swt. InsyaAllah di majelis itu banyak ilmu yang kita peroleh, di sana kita juga boleh bertanya dengan bebas dan boleh menjawab dengan bebas pula. 

Mengaji ala santri memang mengasyikkan, santai tapi serius. Apalagi yang dibahas adalah ilmu agama. Ilmu yang yang mengajarkan bagaimana hidup untuk menjalani kehidupan. Melalui ilmu agama, insyaAllah kehidupan kita senantiasa diberikan penerangan dan jalan yang lurus. Hidup kita akan lebih bermakna dan bahagia lahir-bathin. Ilmu agama mengajarkan tatanan sosial-masyarakat sebagai jalan untuk menuju titik akhir yang khusnul khatimah.

Bersama para kyai, para alim dan ulama hidup kita insyaAllah akan selalu berkah. Kita diajarkan sebagai umat yang tahu akan arti sebagai hamba. Berangkat mengaji itu memang berat, kalau kita tidak menata niat dengan sungguh-sungguh. Namun, ketika sudah sampai tempat ngajji, insyaAllah hati akan terasa tenang dan damai. Meskipun sampai di majelis, kita hanya mendengarkan sambil minum kopi dan makan gorengan. Beban-beban yang ada pada diri kita akan terasa hilang.

Semoga ngobar ngabar dapat terus istiqomah. Para kyai dan alaim ulama' senantiasa diberikan kesehatan. Menjadi tempat yang senantiasa diridhai Allah swt sebagai tempat mengaji dan solusi di kalangan umat. 

Pak Bupati pergi ke pantai
Tidak lupa membeli ikan bakar
Kalau anda kangen ngaji ala santri
Ayo datang ke ngobar ngabar

Wallahu A'lam Bisshawab


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM