Ayo Sekolah di Madrasah

Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Wayae-wayae. Tahun Pelajaran 2020-2021 sudah hampir mulai lagi. Sebagai orang tua, yang mempunyai putra/putri yang saat nya masuk sekolah tentu ada rasa harap-harap cemas memilih sekolah lanjut. Terkadang orang tua lebih bingung mencarikan sekolah daripada anaknya sendiri. Orang tua memiliki angan-angan untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah yang mereka inginkan. Khususnya untuk anak-anak yang usia sekolahnya PAUD-RA-MI, namun terkadang sampai sekolah lanjutan pun orang tua masih mengarahkannya.

Era sekarang banyak cara yang ditawarkan sekolah-sekolah untuk menarik peserta didik. Diantaranya adalah dengan bersaing menawarkan program-program unggulan, manajemen pendidikannya, dan masih banyak yang lainnya. Karena banyak berdirinya sekolah-sekolah swasta. Sehingga, mau tidak mau sekolah harus memiliki perbedaan dengan sekolah lain. Dengan demikian, masyarakat dapat memilih sesuai dengan keinginannya.

Orang tua semakin hari semakin cerdas. Memilihkan tempat menimba ilmu untuk putra-putri nya. Mereka memiliki orientasi. Orientasi yang kami maksud adalah orientasi dunia dan orientasi akhirat. Orientasi dunia tentu sangat penting. Karena orang tua ingin putra-putri nya hidup dalam kecukupan. Namun lebih penting lagi orientasi akhirat. Karena kehidupan akhirat adalah orientasi yang kekal.

Kolaborasi antara orientasi dunia dan akhirat itu harus kita cari. Kesuksesan yang didapat dari kolaborasi itu adalah bahagia dunia-akhirat. Supaya tujuan itu dapat tercapai, maka kita harus tepat dalam memilih tempat menimba ilmu bagi putra-putri kita.

Munculnya madrasah di tengah-tengah masyarakat memberikan warna baru di lingkungan dunia pendidikan. Madrasah muncul dengan penuh inovasi untuk mengajak dan syiar Islam pada masyarakat. Ibaratnya menjadi oase di tengah padang pasir yang tandus.

Selain itu, banyak munculnya pesantren yang mendirikan sekolah formal. Jadi untuk orang tua, jangan khawatir kalau santri tidak bisa bersaing dengan anak yang sekolah di formal saja. Namun bisa lebih daripada itu, anak santri menguasai ilmu formal dan ilmu pesantren. Santri senantiasa dibimbing ilmu agama oleh para 'alim ulama', kyai, ustadz-ustadzahnya, dan lainnya.

Oleh karena itu, madrasah menjadi penyeimbang. Penyeimbang bekal untuk hidup dalam kehidupan, kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat. Jadi, ayo ke madrasah.

Ditulis saat pelantikan kepala madrasah, di gedung PCNU Tulungagung. Sabtu, 4 Juli 2020.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM