Harapanku di Grup Ma'arif Menulis

Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Mengawali tulisan kali ini, penulis mencoba untuk memberikan jawaban tentang pertanyaan yang diberikan pembimbing kami dalam belajar menulis. Jawaban ini adalah dari penulis pribadi. Perjalanan kami belajar menulis diawali dalam acara "Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah". Acaranya dilaksanakan di awal bulan maret 2020. Berikut pertanyaan dari pembimbing kami:

[21:51, 7/10/2020] Pak Ngainun Naim: Bapak Ibu sekalian anggota grup. Saya memiliki pertanyaan, tolong dijawab nggih. Semuanya mohon perkenan menjawab. Bisa satu kalimat, 1 paragraf, bisa satu artikel. Monggo.
[21:51, 7/10/2020] Pak Ngainun Naim: Apa harapan Panjenengan dengan menjadi anggota grup ini?



Harapan setiap kita boleh berbeda. Perbedaan akan harapan itu akan menjadikan sesuatu yang manis. Kalau boleh kita ibaratkan membuat minuman kopi. Kita siapkan kopi, gula, air, gelas/ cangkir, lepek, tutup gelas/cangkir. Masing-masing dari alat dan bahan tersebut memiliki peran masing-masing. Pada mulanya, kopi itu pahit, gula itu manis. Namun, setelah bahan-bahan itu kita campur dengan pas, maka akan menimbulkan rasa yang nikmat.



Di sini penulis bermaksud, di dalam sebuah wadah "Ma'arif Menulis", terdiri dari banyak orang dan berbagai asal daerah. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Disaat membuat tulisan, mereka akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda juga. Sehingga akan terbentuk suatu komunitas penulis yang harmonis.



Kita bersyukur dan beruntung mempunyai grup orang-orang hebat. Jarang-jarang kita mempunyai grup yang dibimbing langsung oleh ahlinya dalam bidang literasi (Dr. Ngainun Naim, M.HI). Salah satu keuntungannya adalah kita mencoba terus dibimbing agar terus menulis satu hari lima paragraf. Ini salah satu contoh saja, karena di dalam grup itu usianya juga berbeda-beda, tapi semangatnya luar biasa.



Dalam proses perjalanan di grup "Ma'arif Menulis" kita diberikan suatu pertanyaan. Apa harapan Panjenengan dengan menjadi anggota grup ini? Disini penulis akan mencoba menuangkan beberapa harapan:



Pertama. Menjaga dan mempererat tali silaturrahmi. Menjaga dan mempererat tali silaturrahmi sangat kita perlukan. Sebagai upaya untuk memberikan keseimbangan raga dan jiwa. Karena dengan terjalinnya tali silaturrahmi ini, grup Ma'arif Menulis akan tetap produktif dalam belajar menulis. Membuka ruang bagi kita untuk  saling bertukar pikiran. Kegiatan ini bisa memberikan rangsangan bagi teman-teman pemula untuk tidak malu-malu memulai menulis.



Kedua. Belajar istiqomah menulis. Harapan kedua agar penulis dan teman-teman penulis lainnya dapat belajar dengan istiqomah. Sedikit demi sedikit ide yang kita tuangkan dalam sebuah tulisan tidak akan terasa. Boleh jadi, suatu saat kita akan kaget dengan tulisan yang pernah kita tulis. Bahkan, bisa jadi tulisan kita nantinya bisa menjadi sebuah buku atau beberapa buku.  


Sekian dan demikian untuk harapan saat ini. Mungkin saja sebuah harapan akan berubah, manakala harapan yang pernah kita sampaikan telah tercapai. Sehingga akan muncul harapan-harapan baru yang ingin kita capai selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM