Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah
Keutamaan
Puasa Tarwiyah dan Arofah
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Bulan Dzulhijjah
telah tiba di tahun 1441 H. Tidak terasa kita hari ini telah masuk hari ahad, 5
Dzulhijjah 1441. InsyaAllah, tahun ini untuk pelaksanaan puasa Tarwiyah kita laksanakan hari rabu (29 Juli 2020) dan untuk puasa Arofah kita laksanakan hari kamis (30 Juli 2020). Di bulan terakhir penanggalan Hijriyyah ini, sebagaimana
biasanya umat muslim melaksanakan agenda besar yaitu ibadah haji dan Hari Raya
Idul Adha. Namun, pada tahun ini Allah swt mempunyai kehendak lain. Pada musim
covid-19 ini umat Islam melalui pemerintah yang berwenang meniadakan
pemberangkatan jama’ah hajji. Untuk jama’ah yang hendaknya berangkat tahun ini
harus lebih sabar ya.
Sebelum
hari raya ‘Idul Fithri, Allah swt perintahkan orang-orang yang beriman untuk
menjalankan ibadah puasa ramadhan. Puasa ramadhan hukumnya wajib. Maka, sebelum
hari raya ‘Idul Adha kita juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa.
Yaitu, puasa Tarwiyah dan puasa Arofah. Puasa ini hukumnya sunnah muakkad.
Selain puasa, amalan yang dapat kita laksanakan adalah berkurban, shalat hari
raya ‘Idul Adha, dan amalan-amalan shalih lainnya.
Hari
Tarwiyah adalah hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Disebut Tarwiyah karena pada waktu
itu air sangat melimpah. Sedangkan hari ke-9 Dzulhijjah dinamakan Hari Arofah,
karena pada hari itu diwajibkan bagi jamaah haji untuk wukuf di Arofah. Jika
dilanjutkan, hari ke-10 Dzulhijjah dinamakan Hari Nahr atau Hari Qurban, hari
ke-11 disebut Hari Maqarr (menetap di Mina), hari ke-12 Nafar Awal, dan hari
ke-13 Nafar Tsani.
Puasa
Tarwiyah dianjurkan bagi yang berhaji maupun yang tidak sedang berhaji, bahkan
beserta tujuh hari sebelumnya, yaitu tanggal 1-7 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arofah
hanya disunnahkan bagi yang tidak berhaji. Kita umat Muslim Indonesia mempunyai tradisi yang sudah mengakar, yaitu melaksanakan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Melalui perantara para kyai, habaib, asatidz, masyayikh, guru, dan semuanya, kita diajarkan tentang amalan-amalan penting di bulan Dzulhijjah ini.
Keutamaan
dua puasa ini disebutkan dalam sebuah hadits.
صَومُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ
سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ
‘Puasa
Hari Tarwiyah menghapus dosa setahun, dan puasa Hari Arofah menghapus
dosa dua tahun.”
Niat puasa
Tarwiyah dan Arofah adalah sebagai berikut.
نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى
“Saya
niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.“
نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى
“Saya
niat puasa Arofah, sunnah karena Allah Ta’ala“
Hari
Arofah disebut sebagai hari yang paling utama (afdlol al ayyam), karena
puasa Arofah bisa menghapus dosa dua tahun. Sebagaimana diriwayatkan Imam
Muslim:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ
يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Tidak
ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan dari api neraka dibanding hari Arofah.”
Ibadah
puasa sunnah Tarwiyah dan Arofah telah menjadi kebiasaan umat Islam. Kalau kita
amati, di kalangan masyarakat yang ada disekitar kita, mereka
terkadang tidak mengetahui puasa sunnah ini. Mari kita belajar saling
mengingatkan agar dapat menjalankan perintah agama dengan lebih baik. Di kalangan
remaja, semua kalangan dan golongan, kita rangkul agar dapat mengetahui tentang perintah-perintah agama lebih jauh. Dengan kita berani mengajak saudara-saudara kita untuk beramal shalih, maka kita telah melakukan sebagian kecil dari dakwah.
Dengan
mengetahui keutamaan yang melimpah itu, ada baiknya kita melaksanakan puasa
Tarwiyah dan Arofah. Pahala kita akan bertambah, dosa-dosa kita dihapus, dan
memperoleh ridlo Allah. Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari orang-orang yang
mendapat keberkahan di Hari Raya 'Idul Adha 1441 H.
Wallahu
A’lam Bisshawab.

Comments
Post a Comment