MENANAMKAN PATRIOTISME
MENANAMKAN PATRIOTISME
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau "heroism" dan "patriotism" dalam bahasa inggris.
Sebagaimana yang disampaikan Gus Baha' dalam acara Haul ke-49 Almaghfurlah KH. Abd. Wahab Chasbullah. penulis mencoba mengutip sedikit dari apa yang beliau sampaikan. Dulu semua orang pada zaman Rasulullah saw itu dilatih jadi aktor, jadi subjek. Sehingga orang yang miskinpun ketika perang tabuk atau perang dzatil 'usroh itu semua orang nyumbang, ada yang menyumbang emas nggak terkira, yaitu Sayyidina Utsman. Ada yang cerita Ya Rasulullah, saya tadi malam buruh dan punya beras hanya 2 kilo, yang 1 kilo saya sumbangkan jenengan dan yang 1 kilo saya pakai untuk keluarga kami.
Dari kisah di atas dapat kita petik pelajaran, bahwa betapa luar biasanya jika seseorang mempunyai sifat heroik. Jiwa patriotisme yang ada dalam diri dan jiwa mereka dapat menunjukkan kecintaannya kepada Rasulullah saw. Dalam mempertahankan agamanya, mereka rela mengorbankan segalanya. Jika setiap orang yang akan ikut perang rela menyumbangkan apa yang ia punya, maka paling tidak ia telah mencukupi dirinya sendiri. Artinya, negara dapat menggunakan anggarannya untuk kelengkapan perang, bukan untuk memenuhi konsumsinya.
Mungkin negara kita sekarang sudah kekurangan jiwa patriotisme. Seperti contoh: Pada saat ini mungkin sudah banyak orang kaya. Namun, dibalik kekayaannya itu masih merasa kurang kaya. Pada saat ada bantuan dari pemerintah, berapa banyak penduduk negeri ini yang ingin mendapatkannya. Sebaiknya, kalai sudah merasa cukup, kita bersyukur kepada Allah swt. Bantuan dari pemerintah kita berikan kepada orang yang benar-benar membutuhkannya. Karena, kalau kita syukur dengan nikmat atau rejeki yang kita dapatkan, maka Allah swt akan menambahnya.
Negara mempunyai maksud yang baik kepada penduduknya. Memberikan bantuan kepada rakyatnya agar tetap hidup dalam kesulitan. Hal itu bukannya tanpa adanya muncul masalah. Kadang kita mendengar dan melihat tetangga kita yang mampu, tapi ia mendapatkan bantuan. Ini menjadi iri bagi tetangga yang merasa dirinya lebih pantas mendapatkan bantuan, namun ia malah tidak mendapatnya.
Masalah patriotisme hendaknya kita tancapkan kepada generasi negeri ini sejak kecil. Agar memiliki jiwa pemberi bukan penerima, jiwa pejuang bukan pecundang. Sehingga kelak menjadi generasi yang memberikan nama baik untuk negara. Menjadi orang yang meringankan negara bukan menjadi orang yang menjadi beban negara.
Ulama'-ulama' terdahulu telah mengajarkan kepada kita agar memiliki jiwa patriotisme. Beliau-beliau menjadi aktor untuk memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, kiranya sangat penting menanmkan patriotisme kepada generasi negeri ini sejak dini.
Wallahu A'lam Bisshawab.
Sahe pak
ReplyDeleteMantabek...
ReplyDelete