Dari Pendidikan Untuk Indonesia Lebih Maju
Dari Pendidikan Untuk Indonesia Lebih Maju
Oleh : Barit Fatkur Rosadi, S.Sos.I.,M.Pd.IKita yakin Indonesia adalah salah satu negara yang dirahmati dan diberkahi
oleh Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Mempunyai banyak Suku, Agama, Ras, dan
Antargolongan. Semboyan negara Indonesia adalah “bhineka tunggal ika”,
berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Dengan banyaknya perbedaan ini menjadi
proses pembelajaran Indonesia untuk menjadi negara yang lebih dewasa. Negara yang
pandai merangkai perbedaan menjadi satu kesatuan untuk senantiasa menjaga
kestabilan harkat hidup seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai rakyat kita memiliki cara yang berbeda untuk memajukan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari pelaku usaha pertanian, perdagangan,
perikanan, dan usaha lainnya ingin memajukan Indonesia dari usahanya demi
kestabilan perekonomian negara. Demikian pula dengan dunia pendidikan. Para kaum
pendidik ingin selalu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemerintah
memperhatikan pendidikan secara menyuluruh di seluruh penjuru Indonesia.
Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran kepada peserta didik
agar memiliki pemahaman terhadap sesuatu dan membuatnya menjadi seorang manusia
yang kritis dalam berfikir. Dengan adanya pendidikan, maka seseorang dapat
memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, dan
ketrampilan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat.
Saat pandemi Covid-19 memaksa kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka harus dihentikan. Semua demi
keselamatan bersama. Sebagai usaha untuk memutus mata rantai covid-19, para
siswa belajar di rumah masing-masing. Pemerintah berfikir keras untuk
berlangsungnya proses belajar para siswa. Masing-masing satuan pendidikan dan
para guru juga berpikir keras dan memutar otak untuk terus berjalannya proses
belajar-mengajar.
Seiring berjalannya waktu, proses pembelajaran yang banyak diambil
adalah dengan menggunakan dalam jaring (daring). Mayoritas masyarakat saat ini
memiliki alat komunikasi berupa HP android. Di awal masa pandemi dan proses
pembelajaran dilakukan secara daring. Dibalik itu semua kita bisa melihat
bagaimana bingungnya seorang pendidik, orang tua walimurid juga bingung, peserta
didikpun juga ikut bingung. Kita semua harus menyesuaikan dengan situasi dan
kondisi yang ada. Kita dituntut agar mampu menguasai ilmu komunikasi dan
teknologi agar anak-anak tetap dapat belajar.
Secara proses, sebenarnya model pembelajaran modern ini sudah
diatur dalam Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses
Dengan prinsip sebagai berikut:
1.
Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu
2.
Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar
berbasis aneka sumber belajar
3.
Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan
penggunaan pendekatan ilmiah
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi
5.
Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju
pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi
7.
Dari pembelajaran verbalisme menuju ketrampilan aplikatif
8. Peningkatan dan keseimbangan antara ketrampilan fisikal (hardskill)
dan ketrampilan mental (softskill)
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan
(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso),
dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut
wuri handayani)
11. Pembelajaran yang berlangsung di sekolah, di rumah, dan di masyarakat
12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
siapa saja adalah peserta didik, dan dimana saja adalah kelas
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya
peserta didik
Sebagaimana Permendikbud di atas, kita mempunyai keyakinan bahwa
proses pembelajaran daring dapat dijalankan secara efektif dan menyenangkan. Kita
sebagai pendidik hendaknya proaktif kepada peserta didik ataupun kepada
orangtua/ walinya. Meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring, kita harus
mengingatkan kepada peserta didik agar tetap menjalankan pembiasaan-pembiasaan
beribadah dengan disiplin. Kalau peserta didik mampu memanfaatkan teknologi dengan
bijak sebagai bahan belajar, maka mereka akan bertambah cerdas. Namun sebaliknya,
jika mereka menggunakan HP andorid untuk bermain terus-menerus, maka ia akan
semakin tertinggal dalam pembelajaran.
Harapan besar majunya Negara Kesatuan Republik Indonesia dari dunia
pendidikan. Orang-orang yang memiliki pendidikan, maka ia akan berfikir
mendalam dalam mengambil kebijakan. Lembaga-lembaga pendidikan juga harus
menyiapkan semua standarnya secara lengkap. Jika orang-orang yang berada di
dalam dunia pendidikan benar-benar mengabdi untuk negara dan ikhlas karena
Allah SWT, maka melalui dunia pendidikan Indonesia akan lebih maju.

Comments
Post a Comment