Lapangan, Layang-Layang, dan Latihan Mobil
Lapangan, Layang-Layang, dan Latihan Mobil
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Sore hari senin, 3 Agustus 2020. Setelah jama'ah shalat ashar saatnya momong anak-anak. Kami mengajak anak-anak ke tanah lapang. Tanah lapang itu dekat dengan jalan raya, sawah, TK, SDN 1 Gombang, dan rumah-rumah. Jarak antara rumah dengan tanah lapang cukup dekat. Sekitar 100 meter sudah sampai. Sebenarnya kami jalan kaki bisa sambil olah raga. Akan tetapi, pada sore itu saya dan anak-anak naik motor.
Pada saat ini seperti musim kemarau, sangat jarang hujan yang turun di daerah kami. Tanah lapang, tanahnya mulai mengering. Sawah-sawah dengan tumbuhan padi yang tampak hijau berseri dengan tanahnya yang masih basah. Subhanallah, sore hari kita santai-santai di lapangan sambil melihat arah barat dengan pemandangan pohon-pohon, tanaman padi, gunung-gunung, serta menikmati tenggelamnya matari.
Lapangan ini sebenarnya digunakan untuk olahraga sepak bola. Seiring dengan waktu, tahun 2020 ini di tepi timur dibangun ruko. Menurut pengamatan penulis, lapangan yang luas ini sekarang jarang sekali digunakan untuk olahraga sepak bola. Semasa penulis masih kecil dulu, sekitar tahun 90-an lapangan ini sangat ramai. Banyak orang-orang bermain sepak bola, bahkan digunakan untuk lomba sepak bola. Suasana begitu sangat ramai dengan kehadiran masyarakat melihat acara-acara di lapangan.
Lapangan yang begitu luas yang mati suri tidak sedang digunakan bermain sepak bola. Lapangan yang luas ini memudahkan untuk bermain layang-layang. Pada saat seperti ini, sore hari banyak yang bermain layang-layang di tanah lapang. Mulai anak-anak hingga para remaja. Layang-layang memiliki macam-macam bentuk, diantaranya yaitu ada gapangan, kodokan, cacing-cacingan, pocongan, dan lain-lain. Layang-layang tampak indah menghiasi langit yang cerah di sore hari. Layang-layang gapangan ada sawangannya. Sawangan ini menghasilkan suara yang keras. Tidak hanya sawangan, namun layangan gapangan dapat diberi lampu. Jika pada malam hari lampu ini tampak terang, kelap-kelip, dan indah seperti bintang di langit.
Selain dimanfaatkan untuk bermain layang-layang, masih ada lagi kegiatan yang lain. Kadang-kadang lapangan ini digunakan untuk olahraga yang memacu adrenalin, yaitu latihan motocros. Walaupun yang latihan tidak banyak, suara bising kenalpot ini sudah bisa menjadi di sore hari. Mereka juga para pemuda desa setempat. Ada lagi orang yang menggunakan lapangan ini sebagai tempat latihan mobil. Tempat yang luas menjadi pilihan untuk latihan nyopir mobil. Tempat yang luas memudahkan latihan nyopir mobil. Bisa maju-mundur, belok kanan-belok kiri dengan bebas.
Menurut hemat penulis, kita bersyukur memiliki lapangan yang luas. Hendaknya dari sisi pemerintahan desa dapat lebih membuat program pemberdayaan lapangan ini dengan lebih bijak. Kalau lapangan ini benar-benar dimanfaatkan dengan lebih maksimal, maka suasana lapangan akan kembali ramai dengan kegiatan-kegiatan secara rutin. Lapangan yang luas ini dapat digunakan untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatabn pemerintah. Mungkin bisa kita katakan "Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat."

Comments
Post a Comment