SINAU METODE AN-NAHDLIYAH
SINAU METODE AN-NAHDLIYAH
Kami awali kegiatan hari ini dengan berdzikir kepada Allah SWT. Setelah jama'ah shubuh sudah beberapa kegiatan yang telah kami kerjakan. Membersihkan tempat makan kambing dan memberinya makan. Melihat ikan hias di kolam yang kecil. Menyiram beberapa pohon pisang yang ada di sekitar rumah. Mengamati pohon pisang yang akan berbuah. Melihat pohon-pohon hijau membuat pandangan semakin segar.
Pada hari ini sabtu, 08 Agustus yang 2020 kami mempunyai agenda yang sangat penting. Yaitu, menghadiri acara "Diklat Metode An-Nahdliyah" di gedung PCNU Tulungagung. Kami dari MI NU Nurul Ulum Sukoanyar pada kesempatan kali ini mengirimkan delapan orang untuk menghadirinya.
Dalam proses nya kia ingin berangkat bersama-sama. Sudah wa-wanan, tapi ternyata ada yang bersama dan ada yang sendiri. Sesampainya di gedung PCNU Tulungagung hampir bersamaan. Kita bersama-sama ngantri di depan pintu masuk untuk mengisi daftar hadir. Disitu kita dapat Snack, buku jilid, dan stick dari kayu.
Di dalam gedung sekitar jam 08.30 wib kita duduk santai sambil menanti acara dimulai. Kami disapa kakak kelas saat di MAN 2 Tulungagung. Namanya mbak Sulis, rumahnya di Demuk, Pucanglaban. Sekilas saya lupa dengannya. Namun, dilanjut dengan bincang-bincang sebentar, akhirnya agak ingat.
Alhamdulillah acara pada hari ini dapat dimulai lebih kurang jam 09.00 wib. Acara pada hari ini diawali oleh pembawa acara untuk menyampaikan susunan acara. Diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya-Syubbanul Wathan, Sambutan-sambutan, dan yang terakhir do'a.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ust. Muhtarom. Beliau sedikit menyampaikan sejarah tentang metode An-Nahdliyah. Sedikit yang dapat penulis terima adalah sebagai berikut: Tokoh inti lahirnya metode An-Nahdliyah adalah K.H. Munawwir Kholid. Beliau merasa prihatin melihat anak-anak yang belajar mengaji di surau-surau dengan metode yang bukan berasal dari kultur pesantren. Berangkat dari hal ini, beliau berfikir untuk menciptakan cara cepat belajar al-Qur'an yang bercirikan NU.
Menciptakan metode An-Nahdliyah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menciptakan sesuatu yang baru itu memang sangat berat. Namun beliau dengan sabar, tulus, dan ikhlas untuk meciptakan dan mengembangkan metode ini. Dengan kegigihan K.H. Munawwir Kholid, akhirnya dalam waktu yang relatif panjang terbentuklah metode An-Nahdliyah.
Dalam perjalanannya, metode An-Nahdliyah mengalami metamorfosis (berubah nama/ ganti nama) sebanyak tiga kali. Pertama, bernama Metode Cepat Baca Al-Qur'an Ma'arif (format disusun PCNU Tulungagung pada tahun 1985). Kedua, Metode Cepat Baca Al-Qur'an Ma'arif Qiroati (dengan meminta izin muallif qiroati untuk dicetak). Ketiga, Metode Cepat Baca Al-Qur'an Ma'arif An-Nahdliyah (mulai dicetak pada tahun 1991). Adapun tempat yang sering digunakan untuk membahas format dan mengembangkan metode An-Nahdliyah adalah Musholla Ma'arif NU Tulungagung.
Beliau K.H. Munawwir Kholid bersama sahabat-sahabatnya membentuk tim perumus yang beranggotakan antara lain: Kyai Manaf, Kyai Mu'in Arif, Kyai Hamim, Kyai Masruhan, Kyai Syamsu Dluha. Tim perumus langsung diketuai oleh beliau K.H. Munawwir Kholid berhasil merumuskan satu metode yang diberi nama "Cepat Tanggap Belajar Al-Qur'an An-Nahdliyah." Metode ini dibagi menjadi dua. Pertama, enam jilid untuk santri PBP (Program Buku Paket), yaitu untuk jilid satu sampai enam. Kedua, untuk jenjang PSQ (Program Sorogan Al-Qur'an). Jenjang ini merupakan lanjutan dari Program Buku Paket/ jilid.
Metode An-Nahdliyah memiliki ciri khusus, yaitu dengan menggunakan ketukan. Dengan menggunakan tongkat penyentuh jiwa. Serta amalan yang dilakukan yaitu, wirid wadlifah yaumiyah. Dengan harapan agar ilmu yang disampaikan oleh para guru senantiasa mendapatkan berkah dan ridlo dari Allah swt.
Dalam acara "Diklat Metode An-Nahdliyah" kali ini diisi oleh Ustadz Mustofa dan Ustadz Misbahul Anam. Ust. Mustofa mengisi acara sebelum dhuhur. Beliau menyampaikan jilid 1-6. Dimulai dari huruf hamzah sampai ya', dan seterusnya sampai jilid 6. Disela-sela yang disampaikan Ust. Mustofa ada yang dapat penulis tangkap. Ada empat yang dikembangkan dalam metode An-Nahdliyah, yaitu: metodologi, manajemen pembelajaran, manajemen lembaga, dan mensyariatkan ke seluruh elemen. Selain itu, kita sebagai guru hendaknya memiliki pribadi yang disiplin, semangat, istiqomah, dan ikhlas. Dalam pelatihan ini, kita diajarkan teori langsung praktik membaca.
Pemateri yang kedua adalah Ust. Misbahul Anam. Beliau menyampaikan Program Sorogan Al-Qur'an. Pada kali ini kita diajari lagu nahawand, dengan nada naik, datar, dan turun. Kita diajari membaca surat al-Fatihah, dan surat-surat pendek lainnya. Pada kesempatan ini cara penyampainnya juga teori sedikit, dilanjutkan dengan praktik.
Dipenghujung acara ada agenda ijazahan dan do'a yang dipimpin oleh Ust. Mustofa. Setelah itu pembagian sertifikat dari panitia. Tidak lupa sebelum pulang kami dari peserta foto bersama dengan para pemateri. Perasaan kami sangat riang-gembira. Karena pada hari ini dapat belajar bersama. Semoga dapat terus menjaga metode yang kita punyai.
Wallahu A'lam Bisshawab.

Izin share, Seniorrrrr
ReplyDeleteMetode yang luar biasa...
ReplyDeleteMeskipun harus terus berbenah dengan maraknya metode lain yang lebih menusuk