TIGA SEKAWAN

TIGA SEKAWAN (BaSoFy)

Oleh : Barit Fatkur R

Allah SWT Maha Kuasa. Kita hidup di muka bumi Allah swt pertemukan dengan orang lain. Kita bisa saling belajar bersama. Kita bisa bermain bersama. Kita bisa bertukar cerita bersama, dan masih banyak lainnya. Dalam kebersamaan itu, kita akan meninggalkan cerita-cerita kenangan yang mungkin tidak bisa kita lupakan. Kenangan apapun bisa kita ceritakan. Siapa tahu kenangan bisa menjadi sebuah pengalaman yang berharga.

Kami bertiga BaSoFy (Barit, Soleh, Fery) berjumpa di salah satu kampus di kota Yogyakarta. Kampus tercinta, kampus putih, kampus perjuangan, Universitas Islam Negeri  Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu kampus pilihan di Indonesia, bahkan negara tetangga. Kampus yang melahirkan tokokh-tokoh hebat. Kampus yang menjembatani para mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang berguna. Kampus yang memiliki sejarah panjang.

Kami bertiga mengambil Strata-2 di Prodi Pendidikan Islam (PI), Konsentrasi Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam (MKPI). Kami masuk pada tahun 2012. Saya berasal dari Tulungagung, Jawa Timur. Kang Soleh dari Nganjuk, Jawa Timur. Pak Fery dari Purworejo, Jawa Tengah. Dalam satu kelas, kami terdiri dari banyak mahasiswa. Kami semua akrab. Saat kuliah bisa belajar bersama. Pada waktu istirahat dapat makan bersama. Pada suatu ketika juga pernah rekreasi bersama.

Saya dan kang Soleh sering bermain ke tempat pak fery di daerah sekitaran Nologaten. Saat jam kosong kuliah atau di luar itu. Kalau main ke tempat pak Fery, kami sering bermain Play Station sepakbola. Saya sebelumnya belum bisa main PS. Akan tetapi, mungkin karena seringnya bermain menjadi cukup bisa. Terkadang kami main habis isya sampai menjelang shubuh. Yaa Allah ampuni kami. Aamiiin.

Jika kita lama di tempat pak Fery, kita tidak lupa makan dan minum. Kalau kita ingin makan bisa membeli di tempat makan terdekat. Makanan kita cukup sederhana dan murah. Terkadang kita makan nasi telor, indomie atau yang lainnya. Minumannya juga sederhana, kopi hitam, kopi susu, teh hangat, atau yang lain. Sebagai mahasiswa, kita juga mengatur keuangan agar tetap cukup untuk sehari-hari. Kita harus tetap sederhana dan sedikit-sedikit cirakat. Seperti puasa sunnah senin dan kamis, atau yang lainnya.

Salah satu yang menyebabkan kita lebih akrab adalah persamaan hobi. Hobi kami adalah menonton sepak bola. Hobi ini dapat menjadi sarana kita sering bertemu. Karena sering bertemu, akhirnya kita juga membahas tentang berbagai masalah. Masalah yang utama adalah tentu tugas kampus. Kita bisa saling berbagi untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas. Kita bisa saling tolong-menolong dalam mengerjakan tugas. Sehingga suasana menjadi cair dan santai.

Sabtu malam ahad, 15 Agustus 2020 kami dipertemukan kembali. Kami berkumpul di rumah pak Fery di daerah Pleret, Bantul. Alhamdulillah, kami bertiga sudah menikah semua. Saya dan pak Fery sudah mempunyai anak. Akan tetapi, kang Soleh belum. Minta bantuan do’a kepada para pembaca, agar kawan saya segera mempunyai anak. Aamiiin. Kami manfaatkan waktu yang cukup singkat untuk temu kangen. Kami bercerita tentang masalah keluarga dan lain sebagainya.

Perkawanan kita dengan siapapun. Mari kita usahakan agar tetap terjaga. Mencari kawan yang baik itu insyaAllah akan membawa kebaikan pada diri kita. Kawan-kawan yang mau berbagi dalam kebaikan. Kawan-kawan yang dapat membangkitkan disaat kita lemah. kawan-kawan yang dapat memberikan semangat disaat kita lesu. Kita bangun dan kita jaga perkawanan agar dapat menghadirkan kebaikan dalam kehidupan kita. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM