TONGSENG

TONGSENG
Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Hari raya 'idul adha identik dengan banyak makanan yang berbahan dari daging, baik daging ayam, kambing ataupun sapi. Karena pada saat hari raya 'idul adha banyak daging tersebut. Daging-daging itu dapat dimasak berbagai macam masakan, sesuka hati orang yang akan memasaknya. Di daerah kami, ayam dapat dimasak lodho, kambing dapat dimasak sate, gule, dan seterusnya. InsyaAllah saat hari raya 'idul adha semua orang makan daging. Mereka tinggal memilih daging apa. Kalau ada yang tidak suka makan daging ayam, bisa makan daging kambing atau sapi, demikian sebaliknya.

Hari rabu dini hari, 05 Agustus 2020. Kami bangun sekitar jam 02.00 wib. Kami awali dengan shalat malam. Kemudian istri persipan memasak daging kambing qurban kemarin. Ia akan memasak makanan dari daging, yaitu tongseng. Saat pernah hidup di Jogja dulu setiap hari raya 'idul adha dimasakkan tongseng. Sehingga, pada saat sudah kembali ke kampung halaman di Tulungagung masih ingin masakan Jogja. Istri asli orang Jogja, dan alhamdulillah pandai memasak. Jadi kalau kangen masakan Jogja tinggal minta dimasakkan saja. hehehe...

Sebelum memasak tongseng ada beberapa bahan yang perlu kita siapkan. Diantaranya adalah daging kambing, kol, tomat, cabe rawit, daun bawang, daun salam, serai, daun jeruk, kecap manis, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, kaldu bubuk, merica, gula, garam.

Tongseng masakan sang istri sudah matang menjelang waktu shubuh. Seketika saya sudah tidak sabar mau makan, karena kangen dengan si tongseng. Aromanya lezat sangat menggoda, serasa ingin langsung makan sebanyak-banyaknya. hehehe. Kalau tidak salah kemarin menjelang shubuh habis satu piring dan setelah shalat shubuh tambah satu piring lagi. Eittt, sebelum makan tidak lupa cuci tangan dan membaca do'a sebelum makan dan minum ya...

Sang istri memasak tongseng lumayan banyak (satu wajan). Masakan ini bisa dimakan satu keluarga dan para tukang yang sedang mengerjakan Musholla. Sepertinya semua suka dengan masakan tongseng. Karena dalam satu hari, satu wajan habis. Ini menunjukkan masakan sang istri enak ya...hehehe. Untung wajannya tidak ikut dihabisin.

Selama kita sehat, kita bisa masak dan makan apa saja. Kita dapat mencari resep makanan dan minuman dari internet. Kita bisa  akses dan browsing apa yang kita inginkan. Karena kita hidup di era digital, banyak hal yang sudah lebih mudah.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM