MENGHARAP HUJAN

MENGHARAP HUJAN

                                                    Oleh : Barit Fatkur Rosadi


Setelah kian lama rasanya kita yang berada di daerah Gombang, Pakel, Tulungagung, Jawa Timur tidak merasakan turunnya hujan. Disaat para petani menanam padi dengan sangat membutuhkannya. Seakan hujan enggan untuk turun. Apakah belum waktunya atau bagaimana? hehehe. Karena di desa kami ada dusun yang namanya Jogoudan. Entah dulu bagaimana asal-usul nama Jogoudan. Kalau kita maknai, Jogoudan bisa kita artikan hujannya dijaga agar tidak turun atau bahkan dijaga hujannya agar turun dengan teratur.

Daerah kami untuk persawahan banyak yang mengandalkan air dari hujan, atau sawah tadah udan. Jika lama tidak hujan, maka sawah akan kekeringan. Bertepatan kali ini penduduk di daerah kami menanam padi. Di awal pembenihan dan tanam pengairan masih lancar. Akan tetapi, dalam perjalanannya kesulitan air untuk mengairi padinya. Sehingga tidak sedikit petani yang mengairi sawahnya dengan mendiesel. Dengan tujuan tanamannya tetap dapat terairi dan padinya tetap apat tumbuh dengan baik dan akhirnya esok dapat dipanen.

Pada hari Senin, 21 September 2020 saya membantu orangtua untuk mendiesel tanaman padi di sawah. Sawahnya ada dua petak, dan dua petak itu bergandengan atau mepet. Melihat tanaman padi yang sudah hampir panen eman-eman kalau tidak diairi lagi, karena tanahnya sudah mulai retak-retak. Proses ndiselnya kami mulai sejak pagi dan diselesaikan sampai sore hari. Alhamdulillah, dengan durasi waktu yang cukup lama ternyata dapat satu petak tidak penuh. hehehe.

Sampai hari rabu pagi ini, cuaca di daerah kami masih mendung. Mulai senin malam sampai rabu pagi sering turun hujan, kadang gerimis, kadang juga agak deras. Karena turunnya hujan, alhamdulillah, tanaman dapat terairi dan semoga tanaman padinya dapat panen dengan baik. Aamiiin.

Salah satu ayat yang menerangkan tentang hujan adalah Q.S. An-Nahl : 10.  هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُون Artinya: "Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu."

Dengan ayat tersebut, tidak ada keraguan bagi umat muslim untuk mengakui hujan adalah ciptaan Allah swt. Hujan adalah bukti kuasa-Nya menciptakan dan memelihara makhluk yang ada di bumi. Jadi, dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun, kita hendaknya selalu ingat kepada Allah swt.

Wallahu A'lam Bisshawab.


Comments

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM