BELAJAR MENCINTAI ALAM

BELAJAR MENCINTAI ALAM

Oleh : Barit Fatkur Rosadi


Suatu momentum yang menyenangkan dapat kembali ke bumi perkemahan bukit Walikukun. Suatu tempat yang bisa menjadi prosepek ke depan sebagai pengembangan ketrampilan kepramukaan atau yang lain. Area bumi perkemahan Ma'arif NU Tulungagung saat ini memang masih perlu banyak penataan. Kebersaan akan membawa suatu yang lebih indah. Kalau saat ini kita masih menata, tentu kita belum bisa merasakan hasil. Kita tunggu beberapa tahun ke depan untuk melihat bumi perkemahan Ma'arif NU Tulungagung lebih tertata, lebih nyaman dan menyenangkan untuk dikunjungi.

Agenda Sabtu, 3 Oktober 2020 pukul 08-00 wib ialah penanaman pohon di area bumi perkemahan. Penanaman pohon ini nanti akan dinilai sebagai lomba photography. Kami dari MI NU Nurul Ulum Sukoanyar iku berpartisipasi. Kami ajak dua murid. Kita ajarkan mereka sejak dini untuk mencintai bumi. Mendekatkan anak-anak ke alam sebagai media untuk menyayangi alam. Berpartisipasi bukan hanya untuk mencari sensasi, berpartisipasi untuk peduli, berpartisipasi untuk mencoba memeluk alam pertiwi, untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Illahi Rabbi.

Mengalamkan kealaman alam. Alam ini harus menjadi bagian penting bagi berlangsungnya kehidupan manusia. Alam sebagai penyeimbang dunia agar tetap hijau. Melalui penghijauan penanaman pohon sebagai upaya menempatkan alam pada kedudukannya. Menjaganya sebagai upaya umat manusia untuk mencintai alam ini. Alam harus tetap menjadi alam yang indah yang selalu bersahabat dengan kehidupan. 

Area bumi perkemahan Ma'arif NU Tulungagung terus berusaha berbenah. Melalui kerjasama dengan berbagai pihak untuk memajukannya. Melakukan penanaman pohon sebagai salah satu upaya pengenalan lokasi. Banyak lembaga yang berada di naungan Ma'arif. Terkadang pda suatu kesempatan belum bisa hadir. Oleh karenanya perlu dilakukan beberapa kegiatan untuk mepublikasikan lokasi bumi perkemahan Ma'arif NU bukit walikukun.    

Al-Qur’an Surat Shad (38): 27-28 berikut ini yang menerangkan bahwa Allah menciptakan bumi, langit dan di antara keduanya dengan baik. Penciptaan alam semesta ini telah didesain sedemikian rupa agar manusia dapat memanfaatkan dan menikmatinya secara maksimum. Hanya orang-orang yang kufur (mengingkari) nikmat Allah sajalah yang berburuk sangka terhadap apa yang diciptakan oleh Allah sehingga Allah marah dan menyumpah mereka masuk ke dalam neraka. Sementara mereka yang beriman dan beramal saleh atau orang-orang yang bertakwa akan diperlakukan secara berbeda dari mereka yang kufur. Yaitu mereka akan masuk surga yang nyaman, sebagai bentuk ke-Maha adilan Allah.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ (27) أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الأرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ (28)

”… dan Kami tidak menciptakan tangit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-­orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” ( QS. Shad 27-28 )

Dari ayat tersebut di atas dapat diambil pelajaran bahwa hendaknya kita berbaik sangka, tidak berburuk sangka kepada Allah, atas segala yang diciptakan-Nya di muka bumi ini. Yaitu bahwa Allah telah menciptakan alam ini untuk kenyamanan dan kesejahteraan manusia. Sehingga kita hendaknya beriman kepada Allah dan berbuat baik di muka bumi ini. Berbuat baik disini contohnya adalah dengan menanam pohon, menikmati hasilnya dan tidak rakus mengeksploitasi alam secara berlebihan.

Sebagai generasi muda, kita harus bangga dilahirkan di bumi Indonesia. Mari kita jaga dan lestraikan bersama tanah air Indonesia. Merawat alam Indonesia dengan cara dan kemampuan kita masing-masing. Supaya alam terus menjadi sahabat manusia dalam setiap kehidupan.

Wallahu A'alam Bisshawab.

Kamad (Pak Barit), 2 guru (Bu Dian, Bu Vita), 2 murid (Ditania, Nabila)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM