CERITA DIBALIK PKKM

CERITA DIBALIK PKKM

(4 Tahunan MI NU Nurul Ulum Sukoanyar)



Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas kepala madrasah dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala madrasah. Penilaian ini dilakukan secara berkala dalam periode tahunan (setiap tahun sekali) dan empat tahunan. Hal ini mengacu pada Surat keputusan Dirjen Pendis Kementerian Agama Nomor 1111 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah sebagai bentuk implementasi PMA Nomor 24 Tahun 2018 tentang Kepala Madrasah. Pada regulasi tersebut, mensyaratkan adanya penilaian terhadap kepala madrasah.

Kinerja kepala madrasah, sebagaimana juknis, dinilai berdasarkan 5 komponen penilaian. Kelimanya terdiri atas empat tugas utama kepala madrasah dan ditambah dengan satu komponen tambahan. Sehingga kelimanya meliputi : (1) Usaha pengembangan madrasah. (2) Pelaksanaan tugas managerial. (3) Pengembangan kewirausahaan. (4) Supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. (5) Hasil kinerja kepala madrasah.

Empat komponen penilaian tugas utama kepala madrasah dinilai setiap tahun, sedangkan penilaian komponen kelima (hasil kinerja kepala madrasah) dinilai perempat tahun sekali.

Pada hari Rabu, 21 Oktober 2020 telah dilaksanakan PKKM 4 tahunan di MI NU Nurul Ulum Sukoanyar, Pakel, Tulungagung. Menurut saya, kegitan semacam ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Diusia madrasah kami yang masih 9 tahun berjalan ini, tentu harapan besar agar dapat memberikan dampak dan energi positif kepada para pendidik, tenaga kependidikan, komite, yayasan, dan seluruh warga madrasah.  

Dalam kegiatan PKKM ini, saya dan seluruh warga madrasah berusaha untuk menyiapkan berkas-berkas sebagaimana yang tertera dalam instrumen penilaian kinerja kepala madrasah. Berkas-berkas yang ada dibukti fisik kebanyakan sudah kita lakukan sebagai kepala madrasah. Akan tetapi mau bagaimanapun kita perlu berusaha menyiapkan dengan baik. Kita mempunyai keyakinan untuk menjadi yang terbaik membutuhkan proses, kedisplinan, dan keistiqomahan.

Beberapa hari sebelum pelaksanakan kita persiapkan berkas-berkas. Selain berkas kita juga mempersiapkan tempat dan sarana-prasarana yang disiapkan pada hari pelaksanaan. Diantaranya yaitu, banner, kipas angin, kabel oloran, lcd proyektor, soundsystem, dan lain sebagainya.

Sebagai tim penilai pada kesempatan kali ini adalah : (1) Bapak Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Tulungagung, Bapak H. Suryani, M,Ag. (2) Pengawas I, Bapak Drs. Samsudin, M.Pd.I. (3) Penagawas II, Bapak Akhmad Mukhsin, S.Pd.,M.Pd.I. (4) Ketua Yayasan, Bapak K.H. M. Solihin Zain (5) Pengurus Komite I, Bapak Imam Tajudin (6) Pengurus Komite II, Ibu Muzayyanah, S.Ag (7) Tenaga Pendidik I, Ibu Kabiyatin, S.Pd. (8) Tenaga Pendidik II, Ibu Siti Patimah, S.Pd.I. (9) Tenaga Kependidikan I. Ibu Siti Ernawati, S.Pd.I. (10) Tenaga Kependidikan II, Ibu Canadian Vita Fatimah, M.Pd.

Susunan acaranya: (1) Pembukaan (2) Menyanyikan Lagu Indonesia Raya (3) Do'a (4) Sambutan Bapak Kasi Pendma (5) Pemaparan dari Kepala Madrasah (6) Pengecekan dokumen (7) Penutup. Selaku pembawa acara, Ibu Sarirotul Mukaromah, S.Pd.I., Dirigen, Ibu Kabiyatin, S.Pd.

Dari sambutan bapak kasi ada beberapa pesan yang bisa saya tangkap. Sejak dulu ulama' telah mengajarkan kepada kita bahwa sehat itu mahal harganya. Dalam leluconnya K.H. corona mengajarkan kita untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan minum, menjaga kesehatan, memakai masker, mecuci tangan dengan sabun, menjaga jarak.

Dalam lelucon beliau juga. Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung dijaga dua sosok yang luar biasa yaitu habib dan ustadz. Habibnya yaitu Bapak Habibi dan Ustadznya yaitu Bapak Chusnul Ustadzi.

Lelucon berikutnya, kita hidup di masa covid. Dulu memakai masker itu mubah, tapi sekarang memakai masker menjadi ibadah. Karena dalam hal ini kita mentaati pemimpin atau pemerintah. "ada pengawas corona." hehehe

Pesan beliau kepada kami. Saat ini kita masih dalam masa pandemi. Covid-19 jangan dijadikan kambing hitam guru untuk tidak menyampaikan pembelajaran kepada para santri. Kita sebagai pendidik hendaknya senantiasa berinovasi.

Pelaksanaan PKKM berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Dari awal sampai akhir lebih kurang memakan waktu sekitar tiga jam. Harapan kami, dengan dilaksanakannya kegiatan PKKM ini dapat membawa keberkahan bagi lembaga kami. Ke depan lebih tertib administrasi  dan sumber daya manusianya semakin mantap bersaing dalam hal kebaikan.

Terima kasih kami ucapkan kepada bapak kasi dan rombongan, bapak pengawas, yayasan, pengurus komite, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh elemen madrasah yang telah bersama mensukseskan kegiatan PKKM 4 Tahunan ini. Semoga Allah swt senantiasa mencatat sebagai amal hasanah untuk kita semua. Aamiiin

Sebagai acara terakhir, tidak lupa kami foto bersama. Saya sampaikan buku cetakan pertama dari grup Ma'arif Menulis yang berjudul Kepala Madrasah Menulis "Pemikiran dan Strategi Memajukan Pendidikan" dan jurnal An-Nur Jurnal Studi Islam yang berjudul Masjid Sebaga Pusat Kebudayaan Islam.



Wallahu A'lam Bisshawab.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM