SUSUK KALEN
SUSUK KALEN
Oleh: Barit Fatkur Rosadi
Pagi ini Kamis, 15 Oktober 2020 kami warga dusun Gombang mengadakan kegiatan "susuk kalen". Susuk kalen merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi orang Jawa. Namun, mungkin saja untuk generasi sekarang masih asing dengan istilah susuk kalen. Dan mungkin saja ada perbedaan istilah dengan daerah lain. Walaupun bentuk kegiatannya sama, terkadang penamaannya berbeda.
Sejauh yang saya pahami istilah susuk kalen ialah susuk berarti bersih-bersih dan kalen berarti sungai kecil. Jadi susuk kalen ialah Suatu kegiatan membersihkan sungai kecil yang di lakukan oleh masyakat secara bersama-sama agar sungainya lebih bersih dan aliran airnya lebih lancar.
Biasanya kegiatan susuk kalen dilakukan oleh para petani sebelum masa tanam padi. Sebab, pada masa tanam petani sangat membutuhkan air. Mulai dari membuat papan benih, membajak sawah, ndaut, tanam, sampai hampir panen masih membutuhkan air. Disaat susuk kalen ini para petani membawa alat sendiri-sendiri. Mereka ada yang membawa sabit, garuk, dan pacul. Peralatan ini mereka gunakan masing-masing untuk membersihkan sungai.
Susuk kalen kali ini dihadiri pula bapak kepala desa Gombang. Ia hadir langsung gabung bersama para warga dan ikut terjun ke sungai untuk membersihkan sungai. Di sungai yang kami bersihkan ini banyak ditumbuhi ruput dan tanah di dasar sungai yang sudah ada plesengannya/ cor-corannya. Hal ini menjadi salah satu yang menghambat air mengalir.
Kegiatan susuk kalen pada hari ini berjalan sekitar 1,5 jam. Dengan panjang sejauh sekitar 700 meter. Dengan banyaknya warga yang hadir, maka pekerjaan susuk kalen dapat diselesaikan dengan lebih cepat. tidak ketinggalan pula ada yang membawakan rorok, air mineral, gorengan, dan roti. Kumpul ora kumpul seng penting mangan. hehehe.
Adanya rokok dan makanan ringan dapat meningkatkan semangan bekerja. Sembari istirahat ngerokok, makan, dan minum para warga dapat bercanda ria melepas lelah. Obrolan santai dan lepas dapat meningkatkan keakraban warga.
Sekitar jam 06.50 wib kami selesai melaksanakan pekerjaan ini. Kami kembali ke titik awal atau langsung pulang ke rumah masing-masing. Para warga ada yang jalan kaki, adapula yang naik kendaraan.

Kerja bakti nya disambi selfi
ReplyDeleteGUAYANE BU
ReplyDelete