Berkunjung ke Rumah Sahabat

Berkunjung ke Rumah Sahabat

Oleh : Barit Fatkur Rosadi


Ahad, 15 November 2020. Saya, istri, dan anak-anak mengisi akhir pekan dengan berkunjung ke rumah sahabat. Rumahnya berada di desa Tanggul Kundung, Besuki. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 07.30 wib. Kami berangkat mengendarai sepeda motor. Kami berjalan pelan-pelan melalui jalur pedesaan, melewati area persawahan. Jalur itu kami pilih, karena kalau melewati jalan raya terlalu banyak kendaraan yang melintas. Sebab jalur itu juga merupakan jalur menuju tempat wisata pantai gemah, dan lainnya. 

Sesampainya di daerah Tanggul Kundung kami lupa tidak membawa oleh-oleh. Akhirnya kami balik arah menuju Bandung mencari roti goreng. Kemudian kami balik lagi menuju daerah Tanggul Kundung. Memasuki jalan ke daerah perkampungan, kami mencoba belajar menggunakan google maps. Selang beberapa saat setelah melalui jalan yang berliku, kami sampai tempat tujuan.

Sampai di tempat tujuan saya menelpon teman saya untuk memastikan bahwa alamat rumah teman adalah benar. Dianya sedang mengantar anaknya ke rumah kakek-neneknya. Kami berhenti di bawah pohon jambu air. Di dekatnya banyak orang yang bekerja bangunan. Kami melihat seorang wanita paruh baya di teras rumah. Rumah minimalis yang dihiasi banyak tanaman dan ada juga ikan hiasnya. 

Sembari menunggu sang sahabat. Kami duduk-duduk di teras sambil menikmati suasana. Sesekali kami melihat tanaman dan kolam yang berada di dekat rumah. Suasana lingkungannya masih terasa sejuk. Jauh dari suara bising kenalpot kendaraan dan hiruk pikuk seperti di kota. 

Tidak lama berselang akhirnya dia pulang bersama istrinya. Kemudian kami dipersilahkan masuk. Kami masuk ke rumahnya. Kalau saya melihat bangunan rumahnya, bangunan lama. Namun pada bagian atap di model zaman sekarang, dindingnya pun juga demikian. Kami ngobrol kesana kemari dengan santai. Ia menceritakan sebagian perjalanan hidupnya. Lebih kurang sekitar satu setengah tahun ini.

Sekarang ia telah mempunyai satu istri dan satu anak. Setelah menikah ia dulu menjahit sandal atau sepatu. Suatu  ketika ia menjemput rizkinya di pasar. Istrinya sedikit demi sedikit berusaha mendalami hena di kuku. Tidak terasa, semakin hari usahanya semakin sukses. Ia kini memiliki jumlah karyawan sekitar 35 orang. Dengan omset yang luar biasa.

Ia ceritakan proses pendirian pabrik. Mencari ijin pendirian, mencari label halal, dan lain sebagainya. Ia jalankan sendiri dengan penuh semangat dan penuh rasa optimis. Ia datangi dari satu kantor ke kantor lain, dari satu daerah ke daerah lain.

Waktu sudah kelihatan agak siang, anak-anak mengajak pulang. Akhirnya kami berpamitan pulang. Anak-anak di beri uang jajan oleh istri sahabat saya. Saya juga diamplopi. hehehe. Tapi untuk proses pembangunan Musholla di lingkungan rumah kami.

Dalam perjalan anak laki-laki njagak mampir beli ikan di daerah pasar Bandung. Di situ si kecil memilih ikan komet, padahal di rumah juga sudah mempunyai banyak ikan. Tapi si kecil tetap minta beli ikan. Akhirnya kami membelikannya dua ekor. Setelah itu kami lanjutkan pulang menuju rumah.

Semoga kunjungan kami pada hari ini dapat menginspirasi dan memotivasi kami dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Persahatan selama-lamanya, semoga selalu membawa berkah. Aamiiin.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM