SALAM LESTARI
SALAM LESTARI
Senin, 16 November 2020 lembaga kami (MI NU Nurul Ulum Sukoanyar) mendapatkan giliran untuk piket di bumi perkemahan Walikukun, LP Ma'arif NU Tulungagung. Jadwal itu sudah diatur oleh para pengurus. Pada hari ini sebenarnya ada beberapa lembaga yang bersamaan dengan kami. Akan tetapi, kami hanya bertemu dengan satu lembaga lain di sana.
Di kejauhan hari, kami ingin semua guru yang ada di lembaga kami dapat ikut kerja bhakti di sana. Kami mencoba ngobrol santai di watsap agar semuanya dapat berpartisipasi. Dalam perbincangan di watsap, kami sudah siap-siap. Diantaranya yaitu, jam berapa besok kita berangkat? Ke sana kita naik apa? bagaimana dengan konsumsinya? Apa saja tanaman yang dibawa? Apa saja peralatan yang dibawa? Besok pakai kaos apa? dan lain sebagainya.
Kami sepakati, kita persiapan jam 06.00 wib. berkumpul dirumah salah satu guru. Saya termasuk yang datangnya lebih dari jam 6. Karena kendaraannya dibawa adik mudik ke Kalidawir. Setelah kendaraan sampai di rumah, barang-barang bawaan di dalam diturunkan. Kemudian ganti barang bawaan saya, saya masukkan di bagasi belakang. Ada pacul, sabit, pohon pisang raja, dan pohon pisang ambon.
Sekitar jam 06.10 wib saya meluncur ke rumah salah satu guru tempat berkumpulnya teman-teman. Sampai di sana kira-kira jam 06.23 wib. Saya menunggu di depan rumah sebentar. Karena tidak muncul-muncul, maka saya turun dari mobil terus masuk ke rumah. Ternyata teman-teman sedang sarapan. hehehe. Kemudian saya juga ikut sarapan di sana. Setelah saya selesai sarapan. Saya mencoba telpon guru yang belum datang. Terrnyata tidak bisa ikut karena masih sakit. Semoga cepat sembuh ya. Salah satunya lagi chat di watsap suruh ninggal. Mungkin masih lelah, karena semalem juga ada acara. Padahal saya lagi dibuatkan kopi. hehehe. Karena kopinya masih panas, maka kopinya dimasukkan termos kecil dan dibawa.
Sekitar jam 06.45 wib kami bergegas berangkat menuju lokasi. Dalam rombongan kali ini, saya bersama empat guru dan satu anak guru. Kami berangkat dengan mengendarai mobil kijang. Kami berjalan santai, sampai di traffic light Campur Darat, warna lampunya merah. Maka kami juga berhenti. Setelah lampunya nyala warna hijau, maka kami berjalan lagi. Masih di daerah Campur Darat, kami juga berhenti sejenak di SPBU untuk mengisi minyak kendaraan. Kemudian kami lanjutkan perjalan menuju bumi perkemahan.
Alhamdulillah dalam perjalan sampai ke tempat tujuan kami datang dengan selamat. Kendaraan kami parkir di halaman rumah warga. Peralatan dan barang bawaan kami turunkan terus kami jalan kaki menuju bumi perkemahan. Tumbuhan di sekitar tampak asri hijau nan sejuk dipandang. Membuat mata lebih segar dan pikiran pun juga lebih segar.
Di gubuk yang dibuat di bumi perkemahan dapat dimanfaatkan untuk berteduh dan bersantai-santai. Sebelum kami lanjutkan menanam pohon, kami sempatkan beristirahat dulu di gubuk itu. Bersamaan ada dua orang yang biasa bekerja di bumi perkemahan. Kami ngobrol santai sambil menikmati jajan dan minuman yang kami bawa. Di dekat gubuk masih tersedia banyak bibit tanaman. Bibit tanamannya yaitu pohon coklat atau kakau. Masih banyak sekali pohon coklat yang belum tertanam. Melihat lahan yang begitu luas, banyak sekali tanman yang bisa ditanami di bumi perkemahan.
Setelah beberapa saat kami istirahat, kami lanjutkan kegiatan kami untuk menanam pohon. Dikesempatan kali ini kami menanam beberapa pohon. Sebelum menanam kami tanya kepada bapaknya, dimana lokasi penanamannya? Alhamdulillah, kami diarahkan untuk tempat menanamnya. Bismillah, dengan penuh semangat kami melangkah ingin melihat tanaman bambu yang pernah kami tanam bersama murid-murid kami. Di dekat tanaman bambu itu, kami juga menanam pohon pisang, pohon coklat, pohon alpukat.
Kami berjalan semakin naik dengan hembusan angin yang semilir. Pemandangan pepohonan hijau nan sejuk menambah suasana hati dan pikiran semakin fresh. Dengan hamparan hutan yang begitu luasnya, kita bisa berteriak dengan sepuasnya. Melepaskan penat melampiaskan kegalauan. Kami berhenti lagi di posisi agak lebih jauh. Di sana kami bersantai lagi sambil bersua foto untuk mengabadikan aktivitas kita hari ini.
Setelah waktu kelihatan sudah agak siang, kami turun lagi. Sampai di bawah, kami beristirahat lagi di gubuk. Sembari menunggu guru untuk memberiskan kaki atau yang lainnya. Karena, kebetulan pada hari itu tanahnya masih agak basah. Sehingga, sepatu atau sandal yang kita pakai demel/ demol/ banyak dengan tanah.
Akhirnya kami pulang, dan alhamdulillah kami sampai rumah masing-masing dengan selamat.

Comments
Post a Comment