TRADISI PERINGATAN MAULID NABI SAW DI LINGKUNGANKU

TRADISI PERINGATAN MAULID NABI SAW DI LINGKUNGANKU

Oleh : Barit Fatkur Rosadi


Datangnya bulan maulid (Rabiul Awal) menjadi momentum bagi kita umat Islam. Telinga kita lebih sering mendengarkan lantunan shalawat. Dari rumah-rumah warga atau dari musholla-musholla atau masjid-masjid. Mungkin kita mendengar lantunan shalawat diba', albarzanji, rotibul hadad, simtud duror, atau yang lainnya.

Di dalam memperingati lahirnya Nabi Muhammad saw kai ini, kami melaksanakan bersama anak-anak TPQ Arrohman Gombang dan jama'ah musholla Al-Munajat Gombang. Kegiatan bersama anak-anak kami laksanakan pada sore hari ahad, 31 Oktober 2020. Kami kemas acaranya dengan memasang makanan-makanan ringan yang digantung di teras rumah. Makanan itu kami pasang pada hari ahad pagi dengan dibantu beberapa santri.

Pada sore itu para santri membawa nasi dua bungkus. Sesampainya di tempat ngaji nasinya dikumpulkan. Membaginya nanti setelah do'a bersama. Sekitar jam 16.30 wib acaranya kami mulai. Kita awali dengan membaca hadiah fatihah. Kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil. Setelah itu dilanjutkan membaca mahalul qiyam dan diteruskan dengan do'a. Tidak berselang lama makanan ringan yang digantungi, lenyap tak tersisa buat rebutan para santri. Dan alhamdulillah, pada kesempatan sore itu juga ada walisantri yang membagikan bungkusan makanan ringan. Setelah do'a, nasi bungkusan atau berkat tadi dibagikan lagi kepada hadirin.


Pada malam harinya kami juga melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Kami melaksanakannya bersama para jama'ah dan warga sekitar. Untuk sedekahannya kami membawa nasi lodho, Kegiatan kami mulai setelah jama'ah shalat madhrib. Kegiatannya kami isi dengan pembacaan rotibul hadad. Kegiatan berjalan sampai hampir masuk waktu shalat isya'. Kami lanjutkan shalat isya' berjama'ah. 

Ambengan atau nasi lodho pada malam itu ada sekitar dua puluhan ambeng. Untuk satu ambeng bisa dibagi dengan tiga orang. Jama'ah membawa nasi lodho ini dalam acara-acara tertentu ini sudah menjadi tradisi di daerah kami. Diantaranya : saat hari raya 'idul fithri, hari raya 'idul adha, peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, dan lain sebagainya.


Seusai kegiatan di atas masih ada lagi satu kegiatan, yaitu kumpulan ibu-ibu yang akan membaca maulid al barzanji. Ibu-ibu yang hadir pada malam itu sekitar lima belasan orang. Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.45 wib. Dan selesai sekitar pukul 21.30 wib. Susana pembacaan maulid berjalan dengan penuh keakraban. Terkadang ibu-ibu juga tertawa, mungkin karena lama tidak berkumpul untuk mebaca maulid. Sehingga, sekali duakali ada yang agak lupa. Akan tetapi, dapat membuat suasana tambah hangat.

Alhamdulillah kegiatan demi kegiatan pada hari itu dapat berjalan dengan lancar. Semoga ke depan dapat melaksanakan dengan istiqomah dan tambah barokah. Aamiiin.

Comments

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM