AIR OH AIR
AIR OH AIR
Oleh : Barit Fatkur RosadiBeberapa hari ini daerah kami sering diguyur hujan. Hujan adalah bagian rahmat dari Allah swt yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya. Kita sebagai manusia sangat bersyukur dengan turunnya hujan. Tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar kami tumbuh subur.
Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. (Q.S. 16 : 10).
Jika lahan di sekitar kita sudah tidak menampung banyaknya air, maka air akan bertahan lama di permukaan tanah. Adapula dengan adanya intensitas hujan yang tinggi dapat mengakibatkan tanah longsor, banjir bandang, atau banjit ringan.
Saya ingin tuliskan peristiwa banjir yang melanda di sekitar rumah. Sebelum dibangun Musholla di belakang rumah, dulunya adalah pekarangan. Menurut cerita dari orang tua, dulunya ada saluran pembuangan air yang mengarah ke selatan. Namun, saat ini entah kemana saluran itu berada.
Akibat yang muncul sekarang adalah, jika musim hujan datang dan dengan intensitas curah hujan yang tinggi, maka pekarangan di sekitar rumah banjir. Bahkan saat ini air sudah sampai telundakan/ tangga rumah dan ada yang masuk sebagian dapur rumah. Kejadian banjir ini sebagai pengingat kita agar bisa merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang kebanjiran.
Tentu hati kita merasa sangat sedih melihat saudara-saudara kita yang terkena bencana. Rumah-rumah, kendaraa-kendaraan, binatang-binatang, harta-benda mereka terendam air. Mereka banyak yang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Berapa lama mereka akan berada di tempat pengungsian.
Mereka butuh waktu untuk membangun ulang. Membangun bangunan secara fisik ataupun mental. Menjaga psikologi anak-anak agar senantiasa terjaga. Menjaga kebahagiaan mereka di tengah musibah yang melanda. Allah swt menguji keimanan dan ketaqwaan makhluk agar senantiasa ingat kepada-Nya. Bahwa bancana yang melanda adalah sudah menjadi kehendak-Nya. InsyaAllah banyak hikmah yang bisa kita petik, jikalau kita sabar dan ikhlas menerimanya.


semoga segera surut
ReplyDeleteBanjir dimana-mana
ReplyDelete