ROJAB
ROJAB
Oleh :
Barit Fatkur Rosadi
Hari terus berlalu.
Mungkin kita banyak waktu yang bergelut dengan corona. Lebih kurang satu tahun
virus ini telah menjadi warna di tengah-tengah dunia. Banyak aktivitas yang
terbatas. Pembiasaan baru yang harus kita hadapi dan adaptasi. Terkadang kita lupa dan terlena untuk menjaga keimanan dan ketaqwaan kita karena kesibukan. Mari kita ingatkan dan refresh kembali jiwa dan raga agar tetap mengingat Sang Pencipta.
Akhir-akhir ini seakan kita lebih fokus kepada corona. Sebab, kebiasaan majelis-majelis pengajian ditutup sementara. Kita dapat mendengar dan menyimak pengajian memlalui media sosial. Padahal, kalau dalam situasi dan kondisi normal, di bulan-bulan Rajab seperti ini biasanyabanyak pengajian akbar dalam rangka peringatan isra' mi'raj. Sudah bisa dipastikan dalam majelis itu kita diingatkan akan makna bulan Rajab dan berbagai peristiwa di dalamnya.
Sekarang sudah masuk
awal bulan Rajab. Kita sebagai hamba harus senantiasa menjaga jiwa dan raga.
Menjaga keteguhan hati agar kelak dapat kehidupan yang lebih bahagia. Kita
sebagai orang Islam berusaha menyambut datangnya bulan-bulan yang dimuliakan
dalam Islam dengan rasa senang karena Allah swt. Ini salah satu momentum
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Diantara amalan yang bisa
laksanakan sehari-hari yaitu:
1. Doa yang dibaca
ketika memasuki bulan Rajab:
اللَّهُمَّ
بارِكْ لَنا في رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَان
"Ya Allah,
anugerahkanlah keberkahan kepada kami di Bulan Rajab dan Sya'ban. Dan
sampaikanlah umur kami pada Bulan Ramadhan".
Dalam
Hadits disebutkan:
عن أنس رضي اللّه عنه قال:كان رسول اللّه
صلى اللّه عليه وسلم إذا دخل رجب قال: "اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبٍ وَشَعْبَانَ
وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ
"Dari Anas
radliyallahu 'anhu berkata, apabila masuk bulan Rajab maka Rasulullah
shallallahu alayhi wasallam membaca:
اللَّهُمَّ
بارِكْ لَنا في رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ
(Diriwayatkan oleh
Imam Nawawi dalam kitab al Adzkar, kitab Adzkar as Shiyam, bab ma yaquluhu idza
ro'a al Hilal wa maa yaqulu idza ro'a al Qomar dan juga diriwayatkan dalam
kitab Ibnu as Sunni)
2. Mustajabnya do'a pada malam pertama
Rajab
Al Imam as Syafi'i
radliyallahu anhu berkata dalam kitab al Umm:
بلغنا أنه كان يقال: إن الدعاء يُستجاب
في خمس ليال: في ليلة الجمعة، وليلة الأضحى، وليلة الفطر، وأول ليلة من رجب، وليلة
النصف من شعبان
"Telah sampai
berita pada kami bahwa pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima
malam: malam jum'at, malam hari raya Idul Adlha, malam hari raya Idul Fithri,
malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya'ban".
3. Kesunnahan puasa di
bulan Rajab.
Di satu sisi memang
tidak ada satupun hadits shahih yang secara khusus menyatakan kesunnahan puasa
Rajab. Namun di sisi lain juga tidak ada larangan secara khusus untuk berpuasa
pada bulan Rajab.
Oleh karena itu,
dalil-dalil umum mengenai anjuran berpuasa setahun penuh kecuali lima hari yang
diharamkan, cukup dijadikan dalil atas dianjurkannya puasa Rajab.
Dalam Shahih Muslim,
hadits no. 1960:
عن عُثْمَانُ
بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ
وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ
لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ
"Dari Utsman bin
Hakim Al Anshari bahwa ia berkata: Saya bertanya kepada Sa'id bin Jubair
mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun
menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Dulu
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata
bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami
berkata bahwa beliau tidak akan puasa."
Imam an Nawawi dalam
Syarh Shahih Muslim mengomentari hadits di atas dengan mengatakan: “Zhahirnya,
yang dimaksud Sa’id ibn Jubair dengan pengambilan hadits ini sebagai dalil
adalah bahwa tidak ada nash yang menyatakan sunnah ataupun melarang secara
khusus terkait puasa Rajab. Karenanya, ia masuk dalam hukum puasa pada
bulan-bulan yang lain. Tidak ada satupun hadits tsabit terkait puasa Rajab,
baik anjuran maupun larangan. Akan tetapi, hukum asal puasa adalah disunnahkan.
Dalam Sunan Abi Dawud
bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyatakan kesunnahan puasa
pada bulan-balan haram (al Asyhur al Hurum; empat bulan yang dimuliakan), dan
Rajab adalah salah satunya. Wa Allaahu a’lam.”
4. Rajab adalah salah
satu dari empat bulan hijriyyah yang mulia (al Asyhur al Hurum): Dzulqa'dah,
Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.
5. Beberapa peristiwa
penting pada bulan Rajab:
·
Pada 27 Rajab, terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj.
·
Hari kesepuluh bulan rajab thn 9 H, terjadi perang
Tabuk.
·
ada bulan Rajab tahun
9 H, an-Najasyi, raja al-Habasyah tutup usia dalam keadaan muslim.
·
Imam Syafi’i wafat pada bulan Rajab thn 204 H dalam
usia 54 thn. Beliau dimakamkan di Mesir.
·
Pada bulan Rajab thn 101 H, Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil
‘Aziz meninggal dalam usia 39 thn.
·
Pada tanggal 27 Rajab 583 H, Sultan Shalahuddin
Al-Ayyubi berhasil membebaskan bumi al-Quds, Palestina.
·
Tanggal 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926, para ulama
berkumpul di Surabaya menyepakati lahirnya Nahdlatul Ulama.
Selamat datang bulan
Rajab. Semoga kita benar-benar mendapatkan keberkahannya, dan semoga kita
dipertemukan oleh Allah swt di bulan Sya’ban dan Ramadhan. Aamiiin.
Wallahu A’lam
Bisshawab

Selamat datang bulan Rajab.
ReplyDelete