TRAGEDI FB
Tragedi FB
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Berapa lama kita sudah memliliki akun facebook? Sejak kapan kita memilikinya? Apa tujuannya? Menurut sudut pandang penulis, facebook merupakan aplikasi yang bermanfaat. Namun, jika disalahgunakan tentu akan membawa kemadlorotan.
Anak-anak usia sekolah dasar mungkin sudah banyak yang memiliki facebook. Disana banyak orang yang bisa dijadikan teman. Tanpa batas mencari teman, dari anak kecil sampai tua, dari laki-laki atau perempuan. Melalui facebook banyak informasi atau sesuatu yang bisa kita temui dan kita dapatkan.
Penulis mempunyai pengalaman yang kurang mengenakkan. Kemarin senin, 1 maret 2021 profil facebook saya digunakan orang yang kurang bertanggungjawab. Kemarin sekitar jam 11 siang banyak yang mengonfirmasi ke saya. Apakah ini betul facebook kamu? Saya lihat teman-teman diinbox, mereka diminta untuk mentransfer uang. Poto yang dikirim ke saya, ada yang minta pulsa, ada pula yang minta pinjaman uang.
Karena kejadian di facebook itu, ada salah seorang tetangga yang datang ke rumah langsung menanyakan istri saya. Ternyata istri saya baik-baik saja di rumah. Siang tadi, ketua takmir masjid yang pernah saya tempati dulu di Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman juga tanya ke saya. Saya bilang berita di facebook itu palsu, itu bukan dari saya tidak usah ditanggapi.
Mungkin sudah banyak diantara para sahabat yang mengalami kejadian seperti saya. Kalau kita merasakanlangsung, tentu hati dan pikiran kita tidak nyaman. Karena dalam pikirian saya, seandainya teman-teman saya diinbox minta atau pinjam uang. Kemudian mereka mengiriminya, tentu mereka tertipu. Bukan nilai uangnya semata yang membuat kita gemes, akan tetapi sikapnya yang sudah menimbulkan keresahan.
Kejadian itu bertepatan pisah sambut pengawas Pendidikan Agama Islam Kelompok Kerja Madrasah Pakel Bandung Besuki. Seharusnya saya bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama. Mungkin momentum itu sangat mengesankan bagi kita. Karena pengawas yang akan berpindah tempat sudah lama menjadi pengawas di wilayah kami. Tentu banyak informasi yang bisa kita dapatkan, manakala kita mengikuti dan memperhatikan dengan baik.
Namun, pada saat itu saya harus mengonfirmasi chat watshapp ataupun facebook. Karena banyak dari teman-teman yang diinbox dari facebook. Saya tanya ke teman-teman, bagaimana solusinya? ada masukan dari bebrapa teman untuk segera mengklarifikasi di status facebook ataupuin watshapp, adapula melalui grup-grup watshapp.
Kejadian itu membuat saya cemas. Saya cemas kalau teman-teman yang diinbox percaya massage yang dikirim kepadanya. Kalau sampai transfer, mungkin saya merasa malu dan merasa bersalah. Karena profil yang dipakai adalah poto saya.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk saya dan teman-teman. Kita lebih hati-hati menggunakan media sosial. Kita lebih bisa menjaga media sosial dengan baik. Kita lebih bijak memakai media sosial. Kita bisa menggunakan media sosial sebagai media dakwah, amar ma'ruf nahi munkar.

Comments
Post a Comment