Shalat Jum'at di Masjid Taqwa Wonokromo

 Shalat Jum'at di Masjid Taqwa Wonokromo

Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Jum'at, 2 April 2021 M atau 19 Sya'ban 1442 H. Pada pagi hari saya, istri, dan anak-anak sowan ndalem pondok pesantren Al-Wahbi. PP Al-Wahbi merupakan tempat sang istri mondok. PP Al-Wahbi merupakan pondok pesantren yang fokusnya dalam bidang hafalan Al-Qur'an. Lokasi pesantrennya dekat dengan sekolah-sekolah formal, ada SDN, MTs N, MAN. Jadi para santri mayoritas mondok dan juga sekolah formal. Semakin tahun santrinya semakin bertambah banyak.

Di saat kami ke sana, para santri sedang mengadakan acara lomba-lomba. Mungkin karena hari itu pasa tanggal merah, sehingga dimanfaatkan untuk kegiatan pondok. Diantara perlombaan yang saya dengar ada Cerdas Cermat Al-Qur'an dan pidato. Suasana di dalam pesantren sangat ramai. Jika ada perwakilan kamarnya mendapatkan nilai atau tampil. Maka suporternya akan memberikan semangat dengan teriakan yel-yel ataupun tepuk tangan. Hal inilah yang menambah suasana semakin memanas.

Sepulang dari pesantren, kami lewat jalur Masjid Taqwa Wonokromo. Saat lewat situ anak laki-laki pengen ngajak shalat Jum'at di situ. Memang untuk ke pesantren bisa melewati jalan yang berbeda. Sehingga dapat menikmati jalan yang dilalui. Kita bisa melihat sungai, kebun tebu, jembatan baru, dan lain sebagainya.

Masjid Taqwa Wonokromo merupakan salah satu masjid pathok negoro yang ada di DIY. Kemarin kami shlat Jum'at di sana. Ada beberapa hal yang tidak biasa. Maksudnya di masa pandemi ini ada beberapa hal yang berbeda. Ketika datang untuk memarkirkan kendaraan berada di luar pagar masjid. Karena tempat parkiran biasanya digunakan untuk shalat Jum'at para jama'ah.

Setelah memarkir kendaraan, kami bergegas ke masjid. Di pintu gerbang ada bilik disinfektan. Kami melalui bilik disinfektan dan disemprot otomatis. Sambil tetap berjalan dan disemprot, kami melihat ada meja yang di atasnya ada plastik yang berisikan nasi.

Kami terus berjalan menuju masjid, saya dan anak laki-laki mengambil posisi di serambi masjid barisan belakang. Petugas khatib pada saat itu bapak K.H. Darman Masduqi. Beliau menyampaikan khutbah sekitar sepuluh menit. Kalau tidak salah mendengar, beliau menyampaikan tentang rejeki itu datangnya tidak terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Q.S. At-Thalaq : 2-3).

Dengan penyampaian khutbah yang tidak terlalu lama, kami memperhatikannya dengan labih khusyu'. Tidak terasa sudah selesai dan dilanjutkan dengan shalat Jum'at. Jama'ah yang hadir pada hari itu memenuhi masjid, bahkan sampai tempat parkir digunakan untuk shalat para jama'ah.

Seusai shalat Jum'at anak saya terasa pipis, ia saya antar ke kamar mandi/ toilet. Kemudian saya duduk lagi di serambi Masjid sembari melihat anak saya jalan-jalan. Selain itu saya juga mengamati bungkusan nasi yang di atas meja tadi. Ternyata setelah selesai shalat Jum'at nasi itu dibagikan kepada para jama'ah. Juga ada orang yang meminggirkan bilik disinfektannya.

Semoga suatu saat bisa berjama'ah lagi di Masjid Taqwa Wonokromo. Aamiiin 🤲.

Wallahu A'lam Bisshawab.

Comments

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM