WARUNG LESEHAN KRISPI MAS AMIN
Warung Lesehan Krispi Mas Amin
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Kala silaturrahmi di keluarga Masjid yang dulu saya tempati. Saya kadang singgah dibeberapa rumah warga. Alhamdulillaah hubungan saya dan jama'ah masjid tetap terjaga dengan baik. Membangun dan menjaga ini menjadi hal harus senantiasa dipupuk. Supaya ikatan keluarga senantiasa melekat dan mendapat ridlo Allah SWT.
Hari ini, Senin 5 April 2021 M atau 22 Sya'ban 1442 H. Saya, istri, dan anak-anak mengagendakan ke teman NASA dan keluarga Masjid Nurul Hidayah Deresan Caturtunggal Depok Sleman. Kami berangkat dari rumah Karanggayam Segoroyoso Pleret Bantul sekitar jam delapan pagi. Kami susuri jalanan Jogja hari ini. Kami rasa suasana jalanan berbeda dengan hari-hari tanpa Corona.
Kami rasa jalanan ramai lancar, bahkan cenderung agak sepi di jalan-jalan tertentu. Dari rumah menuju daerah Jogokariyan, jalanan juga cukup ramai lancar. Sesampainya di rumah teman NASA, istri ngobrol dengan ibunya yang punya rumah. Saya menemani anak-anak main ayunan di depan rumah. Dengan hiasan berbagai tanaman di depan rumah, dan beberapa kucing yang lalu lalang.
Setelah beberapa saat kemudian kami pamit dan meneruskan perjalanan. Dari Jogokariyan kami lanjutkan ke Deresan. Di perjalanan kami lihat sesuatu yang baru. Yaitu sebuah bangunan pojok beteng timur-utara. Bangunannya tampak masih baru dan menambah indahnya pemandangan kota Yogyakarta. Seterusnya jalanan sampai Deresan ramai lancar.
Di Deresan, kami menuju rumah keluarga Mbah Sarido. Di rumah keluarga Mbah Sarido inilah dulu saya sering makan, tidur, bermain, dan lain sebagainya semasa kuliah. Mungkin merasa nyaman saja, bisa nonton tv dengan bebas. Beliau jama'ah aktif di Masjid Nurul Hidayah Deresan. Dulu setiap malam minggu kami juga ronda bersama-sama di kampung.
Di sana kami sampai setelah shalat ashar. Lantas kami pamit, alhamdulillaah anak-anak disangoni, semoga berkah. Aamiiin. Anak-anak juga minta mainan di toko dekat sana. Kemudian kami bertemu jama'ah yang sehari-harinya jasa laundry. Di situ saya hampiri bapaknya untuk sekedar salam-salaman. Kemudian kami lanjut ke warung Mas Amin.
Kami sudah lama kenal dengan Mas Amin. Sejak kuliah dulu kami sering bersama. Dalam kegiatan di kampung seperti pengajian, badminton, dan lain sebagainya. Beliau membuka usaha warung makan lesehan di daerah Deresan. Sekarang yang kami ketahui ada dua tempat. Satu tempat menetap di tempat sewa dan yang satunya gerobak lesehan.
Banyak menu yang bisa dipilih para pecinta kuliner. Seperti ayam krispi, lele krispi, dan masih banyak lainnya. Demikian juga dengan minumannya juga ada. Jangan khawatir dengan harga, InsyaAllah bersahabat dengan para mahasiswa ataupun semua lapisan masyarakat. Dengan rasa masakannya yang khas yang bikin ketagihan. Para pecinta kuliner juga bisa m ngambil sambal semaunya yang bisa menggoyang lidah.
Letak warung nya strategis, berada di jalan Gejayan atau jalan Afandi di kampung Deresan Caturtunggal Depok Sleman. Para pecinta kuliner bisa datang langsung lokasi atau juga bisa pesan online ya. Monggo bagi para pecinta kuliner yang sedang berkunjung ke Jogja, jangan lupa mampir ya. InsyaAllah bikin ketagihan.
Sore itu pas hujan deras, kami mau pamitan harus nunggu hujan reda dulu. Dengan ditemani segelas kopi dan makanan yang lain. Kami banyak bercerita tentang apapun. Perbincangan kami sore itu diantaranya dampak pandemi pada pelaku usaha. Beliau bercerita ada beberapa warung di sekitar yang tutup. Warung Amin alhamdulillaah masih terus buka, akan tetapi ada pengurangan karyawan.
Kita tahu Jogja adalah kota pelajar. Dimana tempat-tempat usaha banyak dikunjungi oleh mahasiswa. Diantara dampak negatif bagi para pengusaha warung adalah dengan berkurangnya para pembeli. Menurut bincang-bincang kami, diantara penurunan pembeli adalah banyaknya mahasiswa yang pulang kampung, masyarakat lebih hati-hati njajan, adanya kebijakan pemerintah terkait dengan aturan covid-19, dan lain sebagainya.
Mari saudaraku semua, kita berdo'a semoga corona segera berlalu. Para pelaku usaha dilancarkan kembali, kegiatan sosial-kemasyarakatan kembali normal, masyarakat kembali guyub-rukun, pikiran-pikiran kita selalu berpikir positif, rasa optimis dalam diri kita, harus kita perkuat. Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiiin.

Comments
Post a Comment