Ada Kasih Sayang Allah di Balik Ujian yang Datang

Ada Kasih Sayang Allah di Balik Ujian yang Datang

Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Allah swt mempunyai sifat Rahman dan Rahim. Sifat Rahman Allah swt berikan kepada seluruh makhluk di dunia ini. Sedangkan sifat Rahim Allah berikan kepada hamba-hanya yang beriman kepada Allah swt. Kita sebagai hamba tentunya berdo'a agar senantiasa menjadi bagian makhluk yang mendapatkan Rahmna dan Rahim Allah swt. Sehingga kita perlu berusaha untuk senantiasa istiqomah mendekatkan diri kepada Nya.

Setiap insan yang ada di muka bumi ini memiliki episode kehidupannya masing-masing. Tentu di setiap episode kehidupan yang berjalan tidak dapat di pungkiri, bahwa di dalamnya selalu ada ujian yang datang. Ujian ini bisa jadi berupa teguran dan juga bentuk kasih sayang dari Allah SWT, tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan hati yang bersih atau dengan hati yang keruh dengan noda hitam. Maka hanya insan yang berhati bersihlah yang mampu mengambil saripati hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan kepadanya. Bahwa sesulit apapun ujian yang datang pada dirinya akan diyakini bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang Allah kepadanya. Agar ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari episode-episode sebelumnya.

Sementara bagi seorang insan yang berhati keruh akan menganggap setiap ujian yang hadir merupakan bencana yang tak ada ujung penyelesaian masalahnya. Sehingga muncul rasa cemas, gelisah, dan kepanikan yang tidak menenangkan lahir dan batin. Ada rahasia dibalik setiap ujian yang Allah berikan kepada setiap makhluk Nya. Karena sungguh Allah memiliki alasan mengapa Ia menurunkan ujian kepada hamba-hamba Nya. Bukan semata-mata karena ingin memberikan teguran, tetapi harus kita yakini ini adalah bentuk training dari Allah kepada diri kit. Agar kita bisa menapaki derajat insan yang beriman di sisi Allah SWT.

Sungguh Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya. Allah tidak akan menguji hamba Nya di luar batas kemampuan hamba Nya. Maka yakinlah bahwa di setiap ujian yang Allah berikan kepada kita mampu untuk kita hadapi. Karena yang menjadi masalah adalah bukan ujian yang datang, tetapi bagaimana cara kita menghadapi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang datang kepada kita. Ujian Allah bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak di duga-duga. Ia seperti angin yang sulit untuk kita terka arah datangnya. Maka, hal yang kemudian harus kita siapkan adalah bukan untuk mengetahui kapan ujian itu datang, tetapi seberapa siapkah diri kita untuk menyiapkan manuver keimanan ketika ujian itu datang.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

"Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah." (HR. Tirmidzi).

Sudah seharusnya kita menjadikan ujian yang datang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Memiliki semua jawaban atas setiap permasalahan hidup kita. Ujian yang datang membuktikan bahwa diri kita ini begitu lemah. Sehingga kita membutuhkan pertolongan Allah SWT. Ujian yang datang bukan karena Allah benci kepada kita, tapi sungguh karena Allah sayang kepada kita.

Firman Allah SWT,

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyirah/94:1-8)

Melalui Ayat ini Allah SWT ingin mengingatkan kepada kita akan janji Nya. Bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan harus kita yakini bahwa Allah memiliki banyak pintu kemudahan agar kita bisa melewati setiap ujian yang datang. Maka sudah seharusnya kita mengikutsertakan selalu hati yang bersih dan keyakinan yang menghujam di dalam dada kita akan dekatnya pertolongan Allah mana kala kita pun dekat dengan Nya. Jangan pernah ragu akan janji datangnya pertolongan Allah, Allah lah yang punya kuasa membalikkan keadaan, Allah lah yang memiliki kuasa menjadikan kita tersenyum bahagia selepas kita menangis, dan Allah lah yang memiliki kuasa atas setiap jawaban di setiap ujian yang kita hadapi. Ketika ada ujian yang datang haruslah kita hadapi, hayati dan nikmati. Karena sungguh bisa jadi ujian yang Allah berikan kepada kita adalah sebuah undangan khusus dari Allah agar kita bisa kembali dekat dengan Nya.

Sebagai hamba kita hanya menjalankan apa yang telah menjadi skema Sang Maha Pencipta. Ibarat dunia pewayangan, Allah swt adalah sebagai dalangnya. Ia memiliki kekuasaan dan kebebasan akan menjalankan wayangnya seperti apa dan bagaimana? Sedangkan hamba adalah sebagai wayangnya. Wayang bisa bergerak karena digerakkan oleh sang dalang. Mau diapapun dan bagaimanapun wayang tidak bisa menolak. Ia akan selalu patuh dan tawadlu’ kepada dalang.

Wallahualam Bissawab.


Comments

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM