Sensasi Ngopi
SENSASI NGOPI
Oleh : Barit Fatkur RosadiSelasa, 22 Juni 2021 kami memiliki agenda bersama guru-guru PAUD, RA, MI NU Nurul Ulum Sukoanyar. Agenda ini lahir 4 hari yang lalu. Berawal dari musyawarah penyampaian hasil rapat PPAI, evaluasi tasyakuran khatmil Qur'an, dan lain sebagainya. Di sela-selanya muncul bahasan tentang jalan-jalan. Tanpa banyak waktu, keputusan jalan-jalan tertuju di kampung coklat Blitar. Kemudian ditulis apa saja sesuatunya yang perlu dibawa? siapa saja yang membawanya? apa kendaraannya? Berapa orang perkiraan yang ikut? kapan waktunya?
Kemarin kami berangkat dari Sukoanyar sekitar jam 08.30 wib. Kami naik bus yang masih bagus. Busnya berukuran kecil yang berisi 33 tempat duduk. Saya mencari kendaraan ke tempat teman, biaya cukup murah. Crewnya ramah-ramah. Diawal perjalanan kami berdo'a bersama, semoga perjalanan kita selalu dilindungi dan diridloi Allah swt. Perjalanannya santai, bahkan sesuatu yang jarang say ketahui mucul. Yaitu, ketika beberapa guru menyanyikan lagu-lagu karaoke. Ternyata ada juga yang suka karaokean.
Sekitar jam 10.00 wib kami sampai ditempat tujuan. Kami turun dan menikmati makanan dan minuman yang dibawa teman-teman. Nasi, ayam, urap-urap, krupuk, dan masih banyak lainnya menemani makan bersama kami. Kami menikmatinya di serambi Musholla dekat kampung coklat. Kami semua benar-benar menikmati kebersamaan ini.
Seusai menikmati sarapan, kita lanjutkan masuk ke lokasi. Untuk tiket masuknya, saya pasrahkan kepada guru. Kita masuk langsung foto dengan istri dan anak-anak. Anak-anak kami langsung memilih mainan-mainan yang ada. Banyak mainan yang disediakan di dalam lokasi. Dalam kesempatan ini, anak-anak memilih naik motor trail, mobil-mobilan, masuk pulau coklat, dan lain-lain. Mereka sangat senang bermain-main.
Sembari menunggu anak-anak bermain di pulau coklat, saya lihat-lijat dan membaca disebuah papan ada tulisan kopi...Rp.10.000. Saya penasaran dengan kopinya. Saya chat teman saya, saya tawari untuk ngopi. Saya pesan dua cup. Saya tunggu beberapa saat akhirnya sudah jadi. Kopinya panas sekali diwadahi cup ada adukannya dan dikreseki.
Setelah diaduk-aduk dan menunggu beberapa saat agar kopinya agak panas, akhirnya dapat menyeruput kopi. Jangan lupa berdo'a dulu ya. hehehe. Dikala menyeruput dan merasakannya, ternyata rasanya memiliki ciri khas tersendiri. Rasa kopi dan coklatnya terasa. Menikmati kopi sambil melihat anak-anak bermain di dekat kolam ikan. Menjadi pengalaman tersendiri dan suasana yang berbeda. Sehingga memory ini bisa dijadikan menjadi sebuah tulisan tersendiri.

Comments
Post a Comment