Mengenang 100 Hari Ibu

Mengenang 100 Hari Ibu

Oleh : Barit Fatkur Rosadi

Tak terasa kami bersamanya (ibu mertua). Kiranya kami sempat membersamainya lebih kurang 6 tahun. Mungkin waktu yang cukup singkat untuk belajar kerkeluaga, belajar ilmu, dan banyak belajar lainnya.

Banyak hal yang belum saya ketahui dari beliau. Beliau seorang hafidhoh. Beliau orangnya sederhana. Ketika kami ke rumah Jogja, disaat bangun malam, InsyaAllah beliau Istiqomah dalam qiyamullail nya.

Pada malam hari ini, Ahad, 28 Agustus 2021 kami beserta keluarga dan para tetangga mengadakan peringatan 100 hari beliau. Do'a terbaik kami panjatkan untuknya. Setelah jama'ah isya' para tamu undangan berduyun-duyun datang. Kami sambut dengan jabat tangan. Kami juga tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk saling menjaga diri sendiri dan orang lain.

Kegiatan dimulai setelah jama'ah shalat isya'. Diawali dengan menyediakan minuman teh dan sebuah roti. Dilanjutkan dengan acara pembacaan kalimat thayyibah secukupnya. Acara berakhir sekitar jam 20.15 wib. Alhamdulillaah acara berlangsung secara aman.

Kami rindu ibu. Inilah cara kami mengekspresikannya. Kami adakan acara do'a bersama. Kami yakin, ibu adalah adalah satu diantara hamba Allah yang mendapatkan kasih sayangnya. Semoga Allah selalu berikan tempat terbaik untuk ibu.

Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku diwaktu kecil. Aamiiin 🤲🤲🤲

Wallahu A'lam Bisshawab.

Comments

Popular posts from this blog

MY LITTLE STORY WITH SHOGUN

Memberanikan Merangkai Kata

MENUTUP JALAN UMUM