SEMANGAT BERLITERASI
SEMANGAT BELAJAR LITERASI
(Murid-Murid Kelas V)
Oleh : Barit Fatkur RosadiDunia pendidikan semakin berkembang. Dari tahun ke tahun inovasi yang dilakukan sangat luar biasa. Harapan besar kepada generasi bangsa ini ada di pundak anak-anak didik kita. Kita mempunyai keinginan besar kepada murid-murid kita. Kita ingin mereka lebih pandai, lebih pintar, lebih sopan dan santun, lebih berakhlaqul karimah, dan lebih baik daripada guru-grurunya.
Pemerintah menekankan dalam dunia pendidikan. Supaya unsur-unsur yang ada dalam pendidikan untuk lebih giat berliterasi. Literasi mengharuskan kita untuk lebih rajin memegang buku, membaca buku, membaca alam, berfikir lebih mendalam terhadap sesuatu, kemudian kita tuangkan dalam tulisan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Berliterasi akan memberikan kita banyak kebaikan dan keuntungan. Cakrawala pikiran kita akan terbuka sangat luas.
Anak-anakku. Pak guru yakin, kalian adalah anak-anak yang hebat. Kalian adalah generasi emas. Tongkat estafet perjuangan adalah tanggungjawab kita semua. Kalian harus memiliki motivasi tinggi untuk melangkah lebih sangat jauh. Kita harus yakin dengan diri kita, kita harus yakin dengan kemampuan yang Allah swt berikan kepada diri kita. Allah swt berikan segala sesuatunya kepada kita, untuk kita pelajari segala sesuatunya pula.
Anak-anakku. Sebagai generasi Islam kita sudah diajarkan dengan kata-kata Iqra'. Lafadz ini yang menjadi wahyu pertama kali yang Allah swt turunkan kepada Nabi Muhammad saw. Kita harus pelajari, bawa lafadz iqra' itu adalah kalimat perintah. Bacalah ! Kita harus banyak belajar dan belajar banyak anak-anakku. Lafadz iqra' ini harus kita maknai secara luas. Kita membaca sesusatu yang sudah dalam bentuk tulisan, dan kita harus juga membaca segala sesuatu dari alam (ayat-ayat kauniyah).
Dalam beberapa waktu, pak guru senantiasa memotivasi kalian untuk rajin dan belajar literasi. Seperti yang pak guru peroleh dari guru pak guru. Menulislah apa yang kalian mampu. tidak usah dipikirkan hasilnya terlebih dahulu. Tidak usah terlalu banyak, namun diawali sedikit demi sedikit dan istiqomah. Semuanya butuh proses, seorang bayi lahir tentu melalui proses untuk bisa berjalan. Ia butuh perjuangan keras dan panjang. Sejak dilahirkan belum bisa apa-apa, lalu digendong - melumah - miring - murep - merangkak - ngadal -mberangkang - terantanan - jalan pelan-pelan - lari.
Demikian juga kita dalam belajar literasi anak-anakku. Kita harus belajar dengan sabar dan terus-menerus untuk belajar. Proses demi proses harus kita lalui. Jatuh-bangun adalah suatu hal yang biasa, harus kita hadapi untuk kita menjadi seorang yang hebat. Sejak dini kita kerjakan, InsyaAllah esok akan merasakan hasil manisnya.
Semoga Allah swt memberikan hidayah kepada kita semua, dan semoga Allah swt meridloi semua perbuatan yang kita lakukan. Semangat belajar literasi murid-muridku.
Wallahu A'lam Bisshawab.

Aminya Robbal'alammin
ReplyDelete