Bagaimana Ansor Ranting
Bagaimana Ansor Ranting
Oleh : Barit Fatkur RosadiDalam tataran susunan kepengurusan Ansor ranting adalah yang berada di desa-desa. Menjadi bagian yang paling bawah sangat urgen bagi keberlangsungan suatu organisasi. Ansor-Ansor yang berada di desa-desa harus terus mempunyai generasi penerus. Bagaimanapun situasi dan kondisi yang terjadi Ansor tetap harus membumi.
Namun kita amati banyak di sekitar kita Ansor yang berada ditataran ranting kurang bergerak aktif. Kekurangan aktifan ini banyak faktor yang menyebabkannya. Kurangnya manajemen yang tertata dengan baik. Kurangnya kualitas manajemen sumber daya manusia. Kurangnya kepedulian terhadap organisasi.
Menurut penulis, kiranya ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Setelah menjadi anggota Ansor hendaknya berusaha menerapkan ilmunya. Ilmu itu dapat diperoleh dengan banyak jalan. Dimulai dari Pelatihan Kepemimpinan Dasar sampai dengan pelatihan-pelatihan lainnya. Anggota Ansor hendaknya merasa memiliki organisasinya. Meningkatkan kualitas SDM. Membuat program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, anggota, dan masyarakat.
Pengurus dan anggota serta simpatisan Ansor yang berada di ranting hendaknya berusaha pro aktif. Sifat pro aktif memang sulit, namun kalau dilakukan secara kontinyu InsyaAllah akan semakin mudah. Pro kepada siapa saja dan aktif dalam kegiatan keagamaan ataupun kegiatan sosial-kemasyarakatan.
Selanjutnya adalah koordinasi, komunikasi antara pengurus dan anggota. Hal ini sangat penting dalam rangka menjaga kesatuan organisasi. Komunikasi sangat penting dalam sebuah organisasi. Koordinasi dan komunikasi akan mernghasilkan gagasan-gagasan penting. Disaat kita komunikasi dengan orang lain, ide yang belum ada dalam benak kita, ternyata lawan bicara kita sudah memiliki ide.
Comments
Post a Comment