Gooo PKD
Gooo PKD
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Sekian lama belum terbesit untuk mengikuti kegiatan PKD Ansor. Entah memang belum kepingin ikut atau belum ada dorongan kuat untuk berpartisipasi. Dalam pengamatan penulis, kegiatan ke Ansoran di desa kurang begitu familiar. Apalagi dalam situasi pandemi, kegiatan-kegiatan yang bersifat memunclkan kerumunan dilarang sementara. Sehingga banyak kegiatan rutinan yang dulunya berjalan lancar, pada masa pandemi berhenti dulu.
Seingat penulis, sekitar tanggal 16 Januari 2022 ada komunikasi penulis dengan kakak kelas MAN 2 Tulungagung, namanya Anas Saichu. Berawal dari ia mengomentari status penulis di fb. Ia meminta nomer wa dan dilanjutkan komunikasi lewat wa. Ia menelepon penulis disuruh untuk mengikuti kegiatan PKD. Komunikasi kami melalui chat wa dan terkadang juga telpon. Pada suatu saat penulis menyampaikan untuk biaya PKD, penulis minta kepadanya untuk membayarinya. Alhamdulillah untuk biaya PKD jadi dibayarinya.
PKD kepanjangannya adalah Pelatihan Kepemimpinan Dasar. Kegiatan ini merupakan jenjang proses dasar masuk sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor atau yang biasa disingkat GP Ansor. Penulis mengikuti kegiatan ini di Desa Balesono, Ngunut, Tulungagung. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Januari 2022.
Adapun diantara kegiatannya ialah : pembukaan, kegiatan inti : ke-NU-an, ijazahan, ke-Ansor-an, ke-Aswaja-an, tradisi, amaliyah, dan dalil-dalil aswaja NU, manajemen keorganisasian dan kepemimpinan, kebangsaan dan ke-Indonesia -an, pengenalan aturan organisasi GP Ansor dan PDPRT, sosialisasi anti narkoba, jihad media, analisa sosial, stadium general dan diskusi small group dan rencana tindak lanjut, pembaiatan. Sekilas adalah rangkaian kegiatan selama 3 hari 2 malam.
Dalam kegiatan PKD tersebut ada beberapa orang yang penulis kenal. Salah satu yang dikenal penulis adalah pemateri dalam acara PKD. Beliau berinisial M.A. Beliau menyampaikan materi tentang ke-NU-an. Sedikit yang penulis tangkap dari pemaparan beliau yaitu, pertanyaan beliau tentang mengapa kita harus ber-NU? banyak jawaban yang muncul diantaranya, menyambung sanad kita agar sampai kepada Rosulullah saw. Mempertahankan dan menjaga paham ahlussunnah wal jama'ah annahdliyyah. Mempertahankan budaya yang baik dan memunculkan budaya baru yang lebih baik. Memepertahankan peradaban dan membumikan sejarah kebudayaa islam yang santun.
Alhamdulillah, penulis dapat mengikuti kegiatan PKD. Semoga pelatihan ini dapat memerikan manfaat dan barokah bagi penulis. Kita dapat berlaku semakin dewasa. Berorganisasi lebih baik, berharap untuk bisa mendekatkan diri di barisan para ulama dan kyai.
Wallahu A'lam Bisshawab.
Comments
Post a Comment