Maju Tak Disangka-Sangka
Maju Tak Disangka-Sangka
Oleh : Barit Fatkur Rosadi
Senin, 3 Oktober 2022 merupakan awal dimulainya hari pertama pelatihan penguatan kompetensi kepala madrasah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Pagi itu suasana langit dan bumi sedang dalam suasana yang air turun dari langit dan air yang di bumi sedang di permukaan. Maksud dari penulis, dibeberapa tempat yang diceritakan oleh teman-teman sedang mengalami banjir. Sehingga mulainya kegiatan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kita semua menyadari bahwa kejadian alam itu sudah kehendak dari Allah SWT. Kita sebagai makhluk-Nya hanya bisa menerima dan menjalaninya. Kalau kita bagian dari orang yang tetap mengingat Allah SWT insyaAllah kita akan tenang menjalani apa yang telah terjadi di dunia ini.
Kegiatan pelatihan penguatan kompetensi kepala madrasah ini sudah dirancang oleh panitia. Pesertanya merupakan kepala madrasah yang berada di kabupaten Tulungagung, dan bisa jadi dari tetangga sekitar. Peserta pada hari itu adalah angkatan 1 dan angkatan 2. Masing-masing angkatan terdiri dari 40 orang. Pada saat pembukaan, kami dijadikan satu di aula KanKemenag kabupaten Tulungagung. Tampak wajah-wajah dari kami sebagai orang yang haus akan ilmu. Karena sekian tahun lamanya, kami kali ini bisa mengikuti kegiatan pelatihan penguatan kompetensi kepala madrasah yang insyaAllah sertifikatnya dikeluarkan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Bukan hanya sertifikat yang menjadi tujuan, akan tetapi ilmu yang luar biasa yang ingin kami peroleh.
Sembari menunggu dimulainya acara, teman-teman banyak yang duduk santai dan ngobrol di serambi masjid. Tak terasa waktu menunjukkan sekitar 08.30 wib, kami para peserta bergegas menuju aula KanKemenag di lantai 2. Kami naik tangga bersama-sama, sesampainya di lantai 2 sudah di sediakan daftar hadir oleh panitia. Kami mengikuti petunjuk dari panitia untuk mengisi daftar hadir. Setelah itu kami mencari tempat duduk. Tidak berselang lama ada yang menata acara. Tanpa disadari tiba-tiba penulis ditodong untuk membacakan ayat-ayat suci al-Qur'an. Pak kepala MIN yang berinisial EA langsung langsung memakaikan dasi dan supaya bersiap-siap.
Pembawa acara mulai membacakan susunan acara pembukaan pelatihan. Hati berasa dag dig dug, karena lama tidak muroja'ah. Di dalam ruangan banyak dihadiri para pejabat. Diantara mereka adalah Kepala KanKemenag kabupaten Tulungagung, Kasi Pendma, BDK, dan para kepala madrasah. Pada saat dipanggil pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an, penulis ke berjalan ke depan. Di depan para pejabat sebelum ke podium, penulis menundukkan kepala sebagai rasa hormat. Sampai di podium rasanya masih dag dig dug, walaupun bergetar tetap berusaha dapat tampil dengan maksimal.
Proses pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an dalam perjalanannya alhamdulillah berjalan dengan lancar. Akan tetapi masih banyak catatan untuk penulis sendiri. Di dalam qiroat masih banyak kekurangan, seperti teknik pengambilan nafas. Qiroat di depan para pejabat ini merupakan kebanggaan sendiri bagi penulis, walaupun dengan segala kekurangannya. Karena penulis berfikir belum tentu orang lain mendapatkan kesempatan seperti penulis untuk tampil di tempatyang luar biasa dan hadirinnya juga luar biasa.
Seusainya penulis membacakan ayat-ayat suci al-Qur'an, penulis turun dari podium. Kemudian memberikan salam hormat lagi kepada para pejabat yang berada di depan. Lantas duduk kembali di kursi yang penulis tempati dengan pikiran dan hati yang lega. Dengan mengucap alhamdulillah rasa syukur kepada Allah swt yang telah memudahkan hamba-Nya untuk melaksanakan tugas.

Comments
Post a Comment