Guru Hebat, Orangtua Dahsyat
Guru Hebat, Orangtua Dahsyat
Kita sebagai guru mempunyai banyak cerita di dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kita belajar bersama dengan sesama guru serta bersama murid-murid di madrasah. Apa yang kita lalukan, menurut kita sudah sesuatu yang baik, akan tetapi dalam pandangan oranglain belum tentu baik. Sebagai insan pembelajar, sebagai guru tidak ada lelahnya untuk senantiasa menuntut ilmu dengan tulus-ikhlas. Proses belajar itu adalah sepanjang masa. Sebagaimana di dalam agama Islam diajarkan "Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga Liang Lahat."
Dalam semangat belajar untuk selalu berusaha berubah menjadi yang lebih baik, kita tidak boleh memiliki rasa psimis atas apa yang kita kerjakan. Pada hari ini Rabu, 15 Nopember 2023 kami segenap guru yayasan bani musrin mengadakan workshop dengan tema "Guru Hebat di Madrasah, Orang tua Dahsyat di Rumah." Tema ini diangkat sebagai upaya lahir dan bathin kita untuk meningkatkan kapasitas kita sebagai guru di lingkungan Kementerian Agama.
Tiada kata Allah swt gagal menciptakan makluknya. Allah swt menciptakan setiap kita pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Dari uraian yang dijelaskan oleh pemateri hari ini (Ibu Aminatul Ummah, S.Psi.I.,M.Pd.). Kita sebagai pendidik juga perlu nasehat. Dimanapun kita dapat memperoleh ilmu. Sebagai asupan hati untuk belajar bersama menjadi pendidik yang sabar dan penuh cinta serta kasih sayang dalam tholabul 'ilmi. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama orang-orang yang sabar. Murid-murid yang ada di dalam suatu lembaga memiliki karakter yang berbeda-beda. Allah swt menciptkan makhluknya dengan kekuasaannya yang tunggal.
Sebagai guru di madrasah yang memiliki karakter religius, kita terus belajar untuk menjadi insan yang selalu ingat kepada Allah swt. Mendidik murid-murid dengan sabar, bertutur kata yang baik-baik, dan penuh kasih sayang. Ada satu pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri. Apa yang bapak-ibu ingat di waktu kecil yang telah dilakukan oleh bapak-ibu? sebagian diantara guru kami ada yang menjawab disabeti oleh ayahnya, dicelupkan ke dalam kolah. Hal ini memeberikan gambaran kepada kita bahwa kita tidak tahu mana ucapan atau perbuatan kita yang direkam oleh peserta didik. Sehingga disini kita sebagai pendidik harus berusaha bertutur kata yang baik dan melakukan perbuatan yang baik-baik. Karena di sekolah kita bersama anak-anak lebih kurang 5 jam. Artinya adalah setiap apa yang guru-guru lakukan akan direkam dan akan dicoba ditirukan oleh murid-murid.
Guru dan orang tua mempunyai peran yang luar biasa bagi anak-anaknya. Guru mentransferkan keilmuannya kepada anak-anak di sekolah. Materi-materi pelajaran umum dan agama juga disampaikan di sekolah. Kegiatan pembiasaan sehari-hari dan ibadah juga diajarkan di sekolah. Sedangkan orang tua juga mempunyai peran yang sangat luar biasa. Ibu adalah madrasatul ula bagi putra-putrinya. Pendidikan pertama adalah dari orang tua terutama adalah ibu. Proses belajar sejak lahir terus bersama ibu. Jadi proses perkembangan anak juga sangat dipengaruhi oleh seorang ibu.
Saudara-saudaraku, guru dan orangtua menjadi bagian yang sangat penting dalam perkembangan anak. Oleh karenanya kedua belah pihak harus mempunya hubungan yang baik agar anak mempunya proses tumbuh kembang yang maksimal. Proses belajar anak-anak baik di sekolah maupun di rumah akan menjadi amal jariyah guru dan orang tua. Sehingga mereka adalah bagian yang sangat penting dalam hidup dan kehidupan kita untuk menuju kehidupan yang kekal-abadi, Semoga kita sebagai guru dan orang tua selalu mendapatkan rahmat, taufiq, hidayah, inayah, dan ridlo dari Allah swt. Aaamiin.
Mantap adinda Barit.....
ReplyDeleteJos.... lanjutkan....
ReplyDelete