Sabar dan Syukur dalam Bertani
Tulungagung, 20 Mei 2020 Oleh : Barit Fatkur Rosadi Sabar dan Syukur dalam Bertani Sudah lama desa kami tidak diguyur hujan. Senin, 18 Mei 2020 langit mendung, angin kencang dan akhirnya turun hujan. Hujan turun disertai angin kecang itu menggerakkan tumbuhan. Seakan-akan pepohonan itu akan pada roboh. Umbul-umbul di depan rumah yang sudah tepancang tidak luput roboh terkena angin. Bapak dan emak saya adalah petani. Keesokan harinya beliau pergi ke sawah. Di perjalanan melihat tanaman padi banyak yang masih ijo royo-royo. tanaman yang masih ijo royo-royo itu ternyata banayak yang roboh. Sampai di sawahnya, beliau melihat tanaman padi di sawahnya hampir 70 % roboh. Tanaman padi yang umurnya lebih kurang 70 hari ini sudah mulai berisi. Sehingga banyak tanaman padi yang roboh. Akan tetapi, banyak juga tanaman padi orang lain yang roboh. Saya tidak tahu bagaimana perasaan orang tua saya. Sebagai manusia biasa tentunya agak sedih melihat tanaman yang belum waktunya panen ...